Hukum & Kriminal

Pasca Gelar Tes Urine, 3 Oknum Polisi di Polrestabes Surabaya Diamankan

Petugas saat menunjukkan hasil tes urine di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (7/3/2021). (Foto Istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Akhir pekan lalu Polrestabes Surabaya menggelar tes urine di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (7/3/2021). Para petugas jajaran ini menjalani tes urine usai mengikuti lari pagi. Namun tak disangka, Senin (8/3/2021) beredar kabar bahwa ada 3 petugas jajaran Polsek Simokerto diamankan lantaran diduga bersekongkol dengan bandar narkoba.

Malah konon menurut informasi yang beritajatim.com dapatkan, 3 personel ini memperoleh bagian dari hasil penyalahgunaan narkotika. Padahal komitmen Polrestabes Surabaya dalam menjalankan Instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar menindak tegas oknum anggota polisi terlibat narkoba.

Tiga oknum anggota Polsek Simokerto ditangkap lantaran terlibat jaringan narkoba. Bahkan, satu di antara merupakan perwira dengan dua balok di pundaknya. Dari informasi di internal kepolisian, ketiga oknum polisi nakal tersebut bertugas di Unit Reskrim Polsek Simokerto. Ketiganya diamankan Paminal Mabes Polri yang berkerja sama dengan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.

“Kanit dan dua anggota Reskrim Polsek Simokerto. Infonya terima setoran dari bandar narkoba. Informasinya, diamankan Paminal Mabes Polri dibackup Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya,” kata sumber yang tak ingin disebutkan namanya.

Sementara itu, dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Jonny Eddison Isir membenarkannya. Bahkan ia akan menindak tegas bagi anggota yang terlibat narkoba. Baik itu pemakai maupun pengedar dan bahkan menikmati hasil penjualan barang haram tersebut.

“Benar, ini sesuai dengan perintah Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Lewat Surat Telegram bernomor ST/331/II/HUK.7.1/2021 yang menginstruksikan agar menindakan apabila ada oknum anggota polisi yang terlibat penyalahgunaan atau peredaran narkoba,” kata Isir.

Saat ini ketiga oknum tersebut masih dalam proses pemeriksaan. Nantinya para oknum ini akan diancam pemberhentian tidak hormat dan juga mengikuti sidang pidana terlebih dahulu di pengadilan. [man/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar