Hukum & Kriminal

Parkiran PTN Surabaya Jadi Tempat Persembunyian Motor Curian

Sidoarjo (beritajatim.com) – Unit Reskrim Polsek Taman berhasil mengungkap dua motor dugaan hasil curian yang terparkir di salah satu PTN (perguruan tinggi negeri) di Surabaya.

Kapolsek Taman AKP Himmawan Setiawan mengatakan, awal mulanya piket Polsek Taman Pada hari Selasa (20/8/19) mendapatkan laporan. Bahwa sekitar pukul 17.50 Wib di Jl. Taruna Desa Wage Kec. Taman Kab. Sidoarjo telah terjadi tindak pidana pencurian sepeda motor Honda Beat tahun 2018 Nopol W 4929 NC.

Korban atas nama Feri Budi Prihartono (48) warga Jl. Anggrek l / 6 RT 08 RW 01 Desa Wage Kec. Taman. “Motor Korban hilang di samping Toko Sayur Jalan Taruna Desa Wage,” kata Himmawan, Rabu (28/8/2019).

Pasca laporan masuk, pada hari Rabu (21/8/19) sekitar pukul 10.00 WIB, anggota Polsek Taman, mendapatkan informasi tentang keberadaan sepeda motor Honda Beat tahun 2018 Nopol W 4929 NC. Dan diduga motor tersebut identik dengan milik korban Feri, yang hilang sehari sebelumnya.

“Motor tersebut berada di tempat parkir sebuah perguruan tinggi yang ada di Ketintang Surabaya,” terangnya.

Himmawan menambahkan, mendapatkan laporan tersebut anggota Reskrim Polsek Taman langsung menuju ke lokasi. Sesampainya di lokasi anggota langsung mengecek Nomer rangka (Noka) dan Nomer Mesin (Nosin), motor beat Nopol W 4929 NC itu.

“Memang benar motor tersebut milik korban Feri yang hilang sehari sebelumnya di Pasar Wage,” jelasnya.

Lanjut Himawan, selain motor Feri, anggota juga menemukan motor Honda Vario Nopol W 4349 VW di parkiran perguruan tinggi tersebut. Dan setelah dilakukan penyelidikan ternyata sepeda motor tersebut juga hasil curanmor, yang terjadi pada hari Selasa (20/8/19).

“Motor Vario itu, hilangnya di parkiran depan Balai Desa Keboan Anom Kec. Gedangan,” ungkapnya.

Setelah dilakukan kordinasi dengan Polsek Gedangan ternyata benar, pelapor atas nama Ahmad Jayadi, (46) warga Jl. Masjid RT 02 RW 02 Desa Ganting Kec. Gedangan, motornya hilang dicuri.

Dalam penyelidikan, anggota langsung melakukan interogasi terhadap para saksi-saksi yang berada di sekitar TKP ditemukannya sepeda motor Feri tersebut.

“Kami mencurigai salah satu office boy di perguruan tinggi diduga terlibat. Karena saat kita interogasi dia kelihatan tegang, dan selanjutnya pamit makan siang, namun tak kembali lagi. Setelah kita cari dan di tunggu di tempat kostnya, office boy itu tak kunjung kembali, sampai hari ini,” tukas Himmawan.

Masih kata Himmawan, dalam kasus ini, anggota Unit Reskrim Polsek Taman terus mengejar sindikat pencurian motor ini. Office boy yang dicurigai sebagai sindikat ini, di lakukan pengejaran dan sepertinya sudah lari ke Madura. “Akan kita kejar terus terduga itu,” tegasnya.

Terkait barang bukti dua unit motor tersebut, Kapolsek AKP Himmawan Setiawan langsung menyerahkan kepada pemiliknya langsung. “Ini kedua pemilik motor, dan sekarang motornya kami serahkan kembali,” pungkasnya.

Korban Feri sangat bahagia, karena motornya yang beberapa hari lalu hilang, bisa kembali menjadi miliknya. “Saya sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian,” akunya. [isa/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar