Hukum & Kriminal

Palsukan Tanda Tangan, Kakek Renta Dihukum 1 Bulan Penjara

Surabaya (beritajatim.com) – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang diketuai Ketut Tirta menjatuhkan pidana penjara selama satu bulan pada kakek berusia 73 tahun bernama Liem Budi Santoso Limo Seputro alias Mio, Kamis (28/5/2020). Liem dinyatakan bersalah memalsukan tanda tangan untuk permohonan penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB).

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa Liem Budi Santoso Limo Seputro terbukti bersalah karena melakukan pidana pemalsuan tanda tangan dalam akte jual beli sebidang tanah di kawasan jalan Pulo Wonokromo No 110 Surabaya. Untuk permohonan penerbitan SHGB Nomor 326 atas objek tanah seluas 1145 meter persegi. Perbuatannya dinilai telah memenuhi unsur pasal 264 ayat (2) KUHP.

“Mengadili, menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama satu bulan dikurangi dengan masa penahanan rumah yang telah dijalani, membebankan terdakwa membayar biaya perkara sebesar dua ribu rupiah,” ujar Hakim ketua I Ketut Tirta dalam putusannya.

Atas putusan tersebut, Kakek Mio melalui pengacaranya maupun jaksa penuntut umum Kejari Tanjung Perak, Didik Yudha menyatakan pikir-pikir. “Pikir-pikir,” kata Kakek Mio diakhir persidangan.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU Didik Yudha yang sebelumnya menuntut hukuman 2 bulan penjara. Meski demikian, Kakek Mio tidak perlu menjalani hukuman di penjara karena hukuman yang dijatuhkan telah klop dengan masa tahanan rumah yang telah dijalaninya.

Diketahui, Kasus pemalsuan tanda tangan di Akta Jual Beli (AJB) ini dilaporkan oleh Arif Wibowo, keponakan Kakek Mio. Kasus ini terbongkar saat Arif Wibowo hendak membayar PBB atas objek tanah tersebut. Namun oleh petugas ditolak karena objek tanah tersebut beralih nama ke terdakwa. [uci/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar