Hukum & Kriminal

Palsukan Surat Pernyataan, Marketing PT Panin Dituntut 3 Tahun

Surabaya (beritajatim.com) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pompy Polansky menuntut pidana penjara selama tiga tahun pada Dimas Randy Tri Asmoro, Marketing PT Panin Asset Management cabang Surabaya, Kamis (5/3/2020). Terdakwa dinyatakan terbukti memalsukan surat formulir pernyataan minat pemesanan pembelian Reksadana Terproteksi Panin Satu.

Dalam surat tuntutannya, Jaksa Pongky menyatakan supaya majelis hakim memutuskan terdakwa Dimas Randy Tri Asmoro terbukti melakukan tindak pidana pemalsuan sebagaimana diatur dalam Pasal 263 ayat (1) KUHPidana.

“Menuntut pidana penjara terhadapa Dimas Randy Tri Asmoro selama 3 tahun,”ucap jaksa Pompy di ruang sidang Garuda Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (4/3/2020).

Hal yang memberatkan dalam pertimbangan jaksa, perbuatan terdakwa membuat nama PT. Panin Asset Management tercemar dan beberapa nasabah menarik investasinya.

Sementara hal yang meringankan terdakwa mengakui semua perbuatannya. Atas tuntutan tersebut, ketua majelis hakim Mashuri memberikan waktu satu minggu untuk mengajukan pembelaan atau Pledoi. “Sidang kami ditunda satu minggu,”ucapnya sembari menutup sidang.

Dalam sidang sebelumnya, saksi Hariyati, Marketing Panin Asset Management, rekan kerja terdakwa menjelaskan bahwa pemalsuan tersebut dilakukan terdakwa dengan memakai komputer kantor. “Caranya, merubah formulir pernyataan minat pemesanan pembelian Reksadana Terproteksi Panin Satu dirubah jadi Reksadana Terproteksi dua,” ucap saksi.

Ditanya hakim, saksi tahu dari mana kalau terdakwa telah melakukan pemalsuan formulir pernyataan minat pemesanan pembelian Reksadana Terproteksi Panin Satu? “Tahunya setelah dilakukan investigasi, sebab produk Reksadana Terproteksi satu tidak dipasarkan di Surabaya. Reksadana Terproteksi satu hanya dijual di Jakarta, dikhususkan ke coorporate,” jawab saksi Hariyat

Sementara Dimas Randy Tri Asmoro sendiri saat diperiksa sebagai terdakwa mengakui terus terang alasan dibalik pemalsuan yang dilakukan. “Peminat produk Reksadana Terproteksi lebih banyak dibanding program reguler. Total uang yang masuk dari menjual produk tersebut sekitar 1,9 miliar rupiah,” aku Dimas Randy.

Ditanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Surabaya, Pompy Polanski untuk apa saja uang yang sudah masuk itu? Terdakwa menjawab, sebagian diserahkan kembali ke nasabah dalam bentuk deviden. “Sebagian lagi saya pakai untuk keperluan pribadi, jumlahnya sekitar Rp 600 jutaan yang saya ambil. Sisanya hampir satu tahun saya putar-putar sendiri untuk deviden nasabah, lama-lama habis,” jawab Dimas.

Ditanya JPU, berapa banyak jumlah korban yang sudah dia dapatkan, terdakwa menjawab total korban ada 7 orang nasabah. Dijelaskan dalam surat dakwaan, kasus ini berawal di Kantor Panin Asset Management Cabang Surabaya Jl. Basuki Rahmat, Surabaya, terdakwa Dimas Randy Tri Asmoro pada bulan Agustus 2018 sampai dengan bulan Nopember 2019 diduga telah membuat surat palsu formulir Pernyataan Minat Pemesanan Pembelian Reksadana Terproteksi Panin satu tanpa sepengetahuan dari pihak Panin Asset Management.

Selanjutnya formulir tersebut adalah untuk ditawarkan kepada nasabah Reno Alfiansyah, Osi Dianawati, Ana Mustika Dewi, Rohmawati, Marselina Hana Dini, Astrid Sofia Sari dan Fatyah Kuddah. Akibatnya, pihak Panin Asset Management Cabang Surabaya mengalami kerugian yaitu reputasi Panin Asset Management Cabang Surabaya menjadi tercemar dan beberapa nasabah menarik investasinya. [uci/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar