Hukum & Kriminal

Pakar: Penikmat Uang Investasi Bodong Bisa Kena TPPU

Para korban investasi bodong penggemukan sapi perah menggeruduk kantor CV TMJ beberapa waktu yang lalu.(dok. beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Banyaknya orang yang menjadi korban dari investasi bodong penggemukan sapi perah membuat prihatin banyak kalangan. Salah satunya Aris Isnandar, pakar hukum sekaligus Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMP).

Aris menyebut banyaknya korban, selain dari Ponorogo, korban juga dari berbagai daerah di Indonesia. Nilai kerugiannya pun hingga ratusan miliar rupiah, Aris menduga jika bisnis ini sudah didesain dengan matang. Artinya ini memang penipuan yang sudah sistematis.

“Awal didirikan perusahaan ini memang dengan niat sudah tidak baik,” kata Aris, Minggu (1/3/2020).

Dia ambil contoh praktik dari CV Tri Manunggal Jaya (TMJ) ini, banyak yang berusaha ditutupi oleh perusahaan yang menggalang dana investasi tersebut. Dimana itu merupakan kebalikan perusahaan yang menggalang dana pada umumnya. Maka dari itu Aris berharap pihak kepolisian dapat bekerja secara profesional dengan mengusut tuntas perkara ini.

“Otak pelaku yang mendesain investasi harus diusut, karena ini penipuan yang masif,” katanya.

Selain itu tim penyidik harus menelusuri kemana saja dana dari para korban investasi itu mengalir. Sebab mereka yang menikmati uang hasil investasi dan secara sadar tahu uang tersebut dihimpun lewat cara yang tidak benar, bisa dipolisikan. Aris yakin polisi tak sulit untuk melacak aliran-aliran dana tersebut. Penikmat, sebut Aris, bisa kena pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Melihat banyaknya korban, kasus ini haraus diusut hingga orang yang menikmati uang haram tersebut,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar