Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Paguyuban Restabun Karya Pasang Banner di Lokasi Sengketa Tanah Gunung Anyar Surabaya

Banner yang dipasang oleh Paguyuban Restabun Karya guna menegaskan bahwa tanah tersebut adalah milik mereka

Surabaya (beritajatim.com) – Sengketa tanah di sekitar jalan Medokan Sawah Timur, Gunung Anyar Petok D no 1159 masih terus berlanjut.

Pemilik Sah lahan tersebut yang tergabung dalam Paguyuban Restabun Karya memasang banner berisi pengumuman kepemilikan tanah sekaligus mengingatkan pihak lain bahwa mereka adalah pemilik yang sah.

Aksi tersebut dilandasi oleh Keputusan Mahkamah Agung No 1320 K/PiD/2019 yang memutuskan bahwa pemilik sah dari lahan tersebut adalah paguyuban Restabun Karya.

“Padahal berdasar putusan Mahkamah Agung, sudah menjelaskan kami pemilik yang sah. Tapi sampai saat ini selalu saja ada pihak yang hendak menguasai atau menghalang-halangi kami dengan cara premanisme,” terang Tanto Wibisono, ketua paguyuban Restabun Karya saat dikonfirmasi beritajatim.com di lokasi sengketa, Sabtu, (18/09/2021).

Tanto menjelaskan bahwa saat ini lahan tersebut masih diawasi oleh orang suruhan F yang merupakan lawan mereka di pengadilan. F diduga masih memerintahkan orang suruhannya menjaga tanah sengketa.

Pantauan beritajatim di lokasi masih terpasang sebuah plat berukuran kurang lebih 4 meter yang berisi bahwa “Tanah ini Milik Fauzi”.

Banner yang dipasang oleh Paguyuban Restabun Karya guna menegaskan bahwa tanah tersebut adalah milik mereka

Tanto pernah mencoba untuk berkomunikasi dengan sekelompok massa, tapi naas malah berakhir dengan pengeroyokan. Korbannya, Bakri, Yerly, Adhy, dan Ahmad Arif (polisi berpakaian preman). Polisi berpakaian preman tersebut bahkan dikepruk oleh vas sehingga luka di kepala.

“Lah kami mau ngomong baik baik malah dikeroyok, ada korbannya perempuan umur 55 dipukuli sampai pingsan,” imbuhnya.

Pengeroyokan ini sudah dilaporkan ke Polrestabes yang menetapkan RF (43), warga Jalan Rungkut Lor Surabaya, sebagai tersangka. Sayangnya pelaku pengeroyokan lainnya belum tertangkap. Pelaku diperkirakan lebih dari lima orang.

Terkait dengan pemasangan banner di lokasi hanya untuk menegaskan pihak lain tentang status tanah. Pasalnya, selama ini banyak pihak yang memanfaatkan tanah tersebut untuk tipu-tipu.

Anggota paguyuban ingin masalah ini segera selesai. “Kami minta polisi maupun kesatuan di mana Fauzi bertugas memberikan dukungan dan pendampingan kepada kami dalam menghadapi masalah ini,” tutup Tanto. (ang/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar