Hukum & Kriminal

Paguyuban Konsumen Perumahan Wadul Pemkab Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim.com) – Paguyuban konsumen korban perumahan memndatangi kantor Sekdakab Sidoarjo, mereka  meminta Polresta Sidoarjo segera mengusut kasus dugaan penipuan dan manipulasi pajak TPPU yang diperkirakan merugikan negara sebesar Rp 17 Miliar, yang dilakukan oleh PT SLA  yang bergerak di bidang properti.

Muhsin kordinator konsumen korban perumahan meminta kepada kepolisian untuk segera menangkapnya.

“Pihak kepolisian harus dapat menelisik aliran dana konsumen yang berjumlah lebih dari seratus milyar, dengan menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang dan tetap mempertimbangkan kepentingan pengembalian kerugian 700 orang konsumen,” kata Muhsin kepada media usai berusaha menemui Sekdakab Sidoarjo. Jumat (29/11/2019).

Berdasarkan laporan Notaris Eka Suci Rudianingrum, SH, Mkn, yang ditujukan kepada Kapolres Sidoarjo, pada awalnya PT SLA memiliki rekening penampungan untuk menerima pembayaran lebih dari sertus milyar, bersumber dari uang 700 konsumen.

“Namun saldo di seluruh rekening tersebut kandas, uangnya habis menguap, diduga mengalir berubah bentuk dan disamarkan. Perbuatan ini dapat dikatakan sebagai pidana TPPU,” ujar Eka Suci Rudianingrum, SH, Mkn.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Ali Purnomo, belum memberikan jawaban atau statsmen resmi soal penanganan kasus tersebut. (isa/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar