Hukum & Kriminal

Pada 685 Siswa Diktuk Bintara Polri TA 2019/2020, Khofifah Ingatkan Pilkada Serentak

Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat pembekalan kepada 685 Siswa Diktuk Bintara Polri TA 2019/2020 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur di Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengingatkan agar para siswa segera menyesuaikan lingkungannya jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 19 kabupaten/kota di Jawa Timur. Hal tersebut disampaikan usai pembekalan kepada 685 Siswa Diktuk Bintara Polri TA 2019/2020 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur di Mojokerto.

“Tanggal 2 Maret mereka dilantik dan mereka langsung ke lapangan, pertama yang harus mereka sesuaikan adalah segera adaptasi dengan lingkungan terutama 19 kabupaten/kota yang akan Pilkada. Yang tentunya banyak potensi-potensi kerawanan yang akan terjadi,” ungkapnya didampingi Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan, Rabu (26/2/2020).

Masih kata mantan Menteri Sosial (Mensos) ini, sesuai hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI ) potensi-potensi kerawanan tersebut masih harus diantisipasi karena memiliki sensitifitas tertentu yaitu politik identitas dan sara. Sehingga, perlu dilakukan sosialisasi demokrasi di Indonesia termasuk titik rawan di Jawa Timur.

“Mereka mengetahui pasti dari proses pendidikan disini sehingga sebelum mereka dilantik, saya ingin menyampaikan kembali bahwa ada titik-titik dan karena isu tertentu harus diantisipasi. Sehingga pada saat mereka turun ke lapangan, mereka bisa mengidentifikasi dari apa yang mereka dapatkan dalam pembekalan pada siang hari ini,” katanya.

Masih kata Gubenur, terutama bagaimana sinergitas Forkopimda yang juga bisa dilakukan komunikasi dengan aparat yang ada di bawahnya. Yang tidak kalah penting, lanjut Gubernur, yakni tokoh yang bisa teridentifikasi menjadi influenza. Sehingga mereka harus segera berkoordinasi agar pemahaman, kepercayaan dan menghormati

“Tujuannya agar muncul understanding, trust dan respect. Orang tidak mudah berpraduga karena sudah ada traust diantara masing-masing,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan dalam pembekalan menyampaikan, jika jajaran Polda Jatim menunggu kehadiran para siswa kalian karena Polda Jatim kekurangan personil. Namun ke depan masih ada tahapan-tahapan terkait penempatan personil.

“Saya yakin kalian semua bisa mengikuti pendidikan dengan baik karena dengan niat mengabdi pada bangsa dan negara pada Kepolisian. Dalam kesempatan ini, saya selaku Kapolda Jatim sangat berharap penuh kepada kalian semua bisa membawa warna baru di wilayah Jawa Timur,” ujarnya.

Di Jawa Timur, lanjut Kapolda, banyak potensi-potensi kerawanan yang cukup tinggi. Dimana setelah dilantik para siswa akan turun langsung melaksanakan pengamanan Pilkada Serentak 2020. Masih ada potensi lainnya diantaranya, perguruan pencak silat, konflik sosial, suporter sepak bola, narkoba dan terorisme.

“Ke depan jika sudah penempatan selalu jaga sinergi yang baik dengan TNI, hindari penyalahgunaan narkoba dimana pada tahun 2019 di jajaran Polda Jatim pelanggaran fatal yaitu narkoba yang sebagian besar dominan dilakukan oleh Bintara dengan jumlah kurang lebih 350 personil,” tuturnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar