Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Pabrik Rokok di Pasuruan Sudah Bangkrut, Tapi Masih Dapat Jatah Pita Cukai?

Pasuruan (beritajatim.com) – Banyaknya pabrik rokok di wilayah Pasuruan membuat tempat ini mempunyai pendapatan terbesar dari penjualan pita cukai rokok. Namun sayangnya pendapatan besar tersebut memunculkan oknum yang mempermainkan pita cukai rokok.

Seperti pengakuan salah satu pengurus Gabungan Pengusaha Rokok (Gapero) Pasuruan yang namanya enggan disebutkan, ia mengatakan bahwa dalam bea dan cukai terdapat permainan memanipulasi laporan. Laporan ini merupakan hasil kerjasama dari perusahaan pembuat rokok dan Bea dan Cukai Pasuruan.

“Setiap bulan pengusaha rokok membuat laporan dua kali untuk disetorkan ke bea dan cukai. Agar mendapat pita cukai lebih, si pengusaha itu melobi oknum tersebut,” ungkapnya.

Selain adanya dugaan permaianan kuota pita cukai, juga ada laporan fiktif. Hal ini dilakukan perusahaan rokok yang sudah tidak beroperasi lagi (bangkrut) dan Bea dan Cukai agar tetap mendapatkan pita cukai.

Setelah mendapatkan pita cukai dari perusahaan yang sudah bangkrut, pita cukai ini nantinya akan dijual lagi ke perusahaan pabrik rokok lain. Untuk mengelabuhi data tersebut, pemilik pabrik yang sudah bangkrut tersebut membuat laporan fiktif.

“Contohnya pabrik ini sudah tidak aktif lagi, namun ia tetap mendapat jatah pita cukai rokok dengan membuat laporan seolah-olah pabrik itu masih aktif (laporan fiktif),” imbuhnya.

Sementara dikonfirmasi, Kasubsi Penyidikan KPPBC Pasuruan, Nanang Sekti W tidak menampik adanya tudingan tersebut. Bahkan, Nanang pun mengaku mengetahui siapa oknum yang dimaksud. Namun, kini yang bersangkutan telah pensiun sehingga praktek tersebut pun hilang.  “Itu dulu dan sekarang oknum tersebut sudah pensiun. Jadi sudah tidak ada permainan pita cukai lagi,” pungkasnya. (ada/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar