Hukum & Kriminal

Ortu Salah Jika Anaknya Jadi Korban Pemerkosaan dan Tak Lapor Polisi

Surabaya (beritajatim.com) – Kepolisian Polrestabes Surabaya menyayangkan langkah orangtua korban pemerkosaan yang tidak melaporkan ke polisi. Pernyataan tersebut disampaikan oleh AKP Ruth Yeni, Kanit PPA Polrestabes Surabaya saat dihubungi beritajatim.com, Selasa (25/2/2020).

Menurutnya, pihak keluarga harus melaporkan ke polisi supaya korban dan pelaku sama-sama mendapatkan keadilan. Terlebih jika korban mengalami traumatik maka harus didampingi pengobatan psikologisnya.

“Salah jika keluarga korban tak melapor. Kalau pelaku akan mendapatkan keadilan dengan dihukum. Kalau pelaku tak dihukum maka dia akan bebas berkeliaran, bebas cari korban lain. Jika ada korban lain dan tidak dilaporkan, maka pelaku akan terus cari korban lain,” katanya kepada beritajatim.com.

AKP Ruth mencontohkan, banyak pelaku kejahatan terutama pemerkosaan yanh dihukum penjara masih kembali mengulangi kejahatannya. Apalagi pelaku kejahatan yang dibiarkan berkeliaran tanpa diadili secara hukum.

Melihat kondisi tersebut, pihak kepolisian mengharapkan keluarga korban kejahatan asusila, pedopilia dan pelecehan lainnya harus melapor ke polisi. Pihaknya memastikan, rasa traumatik korban tak akan sembuh jika tidak diobati. Rasa jera pelaku tak akan sembuh tanpa diadili secara hukum.

“Kami kepolisian akan profesional dan meminimalis korban agar tak tambah trauma. Usai diperiksa sebagai saksi, korban juga akan diberikan pendampingan kesehatan baik fisik maupun psikisnya. Maka marilah sadar hukum dan laporkan tindakan kejahatan seperti ini (pencabukan.red),” tegasnya. [man/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar