Hukum & Kriminal

Orang yang Dibelenggu di Gresik Belum Tuntas

Gresik (beritajatim.com) – Orang yang dibelenggu atau Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Gresik belum tuntas. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes), awal 2019 lalu masih ada 17 yang dipasung. Dari jumlah itu, menurun menjadi 12 orang.

Terkait dengan itu, petugas Gerakan Bebas Orang Pasung Gresik (Gerbongresik) Dinkes kembali melepas kasus pasung di wilayah kerja Puskesmas Mentaras, Kecamatan Dukun, Gresik.

Kasi Kesehatan Jiwa Dinkes Bidang P2P Moh Nukhan mengatakan, penyumbang kasus pasung tertinggi di Gresik berasal dari Pulau Bawean. Namun, berkat pembinaan dari petugas jiwa di puskesmas perlahan belenggu pasung ODGJ bisa dibebaskan. “Rata-rata kasus pasung di Gresik menggunakan cara seperti itu. Kemudian diasingkan dalam ruangan sendiri,” katanya, Sabtu (10/08/2019).

Ia menambahkan, minggu depan juga bakal melepas satu kasus pasung lagi di Kecamatan Duduksampeyan. Jika sudah terlaksana artinya kasus pasung di Gresik tinggal 11 kasus. “Rencananya minggu depan dilepas. Laporan yang masuk menunjukan ada perkembangan baik,” tambahnya.

Sebelumnya, Dinkes Gresik memiliki target melepas kasus pasung di wilayah binaan Puskesmas Bungah dan Panceng. Namun, hingga kini pihaknya belum bisa membuat jadwal kapan akan dilepas. “Belum tahu kapan, yang jelas target kami secepatnya sisa kasus pasung ini bisa terus menurun,” tandasnya. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar