Hukum & Kriminal

Ops Patuh Semeru di Ponorogo Tindak Pelanggaran yang Kasat Mata

Petugas dari satlantas Polres Ponorogo mengecek kelengkapan pengendara. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Ada hal berbeda Operasi Patuh Semeru (OPS) di Ponorogo tahun 2020 dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya mencari pelanggaran sebanyak-banyaknya, namun tahun ini penindakan dilakukan hanya pelanggaran yang kasat mata saja.

“Operasi patuh semeru tahun ini, Polres Ponorogo fokus melakukan penindakan kepada pengendara yang melakukan pelanggaran kasat mata saja,” kata Kasatlantas Polres Ponorogo AKP Indra Budi Wibowo, Sabtu (8/8/2020).

Indra menyebut pelanggaran kasat mata itu, misalnya melawan arus, tidak mengenakan helm, atau melanggar rambu lalu lintas. Selain itu, lantaran pandemi Covid-19, kepolisian juga tidak rutin menggelar operasi berskala besar. Sehingga mereka kali ini lebih luwes terhadap pelanggar. Tahun ini, jika ada pengendara yang tidak bawa STNK, hanya ditegur oleh petugas. Diingatkan untuk selalu membawa kemanapun berkendara.

“Kami lebih luwes, hanya memberi teguran atau kalau ada yang ketinggalan baik SIM atau STNK, kami suruh mengambil untuk ditunjukan kepada petugas,” katanya.

OPS digelar mulai 23 Juli hingga 5 Agustus 2020. Selama operasi, total ada 2.916 penindakan. Terperinci, 1.075 surat tilang diterbitkan dan 1.841 teguran diberikan kepada pelanggar. Jika dibandingkan pada OPS tahun lalu, jumlah penindakannya menurun. Pada 2019, total ada 3114 tindakan. Jumlah surat tilang dan teguran juga berbanding terbalik dengan tahun ini. Tahun lalu, polisi hanya 762 kali melakukan teguran, dan menerbitkan 2.352 lembar surat tilang. “OPS tahun ini memang kita tidak terlalu saklek. Melihat perbandingan data tahun ini dan tahun lalu, menunjukkan bahwa OPS tahun ini lebih fleksibel,” pungkas Indra. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar