Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Ops Patuh Semeru 2022, Satlantas Polres Lamongan Panggil Ortu Anak di Bawah Umur

Pengendara di bawah umur dan orang tuanya yang dipanggil ke Mapolres Lamongan untuk membuat surat penyataan, Kamis (16/6/2022)

Lamongan (beritajatim.com) – Hingga saat ini Sat Lantas Polres Lamongan masih terus menggelar Operasi Patuh Semeru 2022. Para pengendara yang terbukti melanggar menerima sanksi tilang secara elektronik. Meski begitu, ada perlakuan khusus yang diterapkan bagi pengendara di bawah umur yang melakukan pelanggaran. Polisi memanggil orangtuanya sekaligus untuk membuat surat pernyataan di Mapolres Lamongan.

Menurut Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana, pemanggilan ini dilakukan untuk membuat efek jera kepada para pelanggar, yang juga sesuai dengan tema Operasi Patuh Semeru 2022, yakni Tertib Lalu Lintas Menyelamatkan Anak Bangsa.

“Hal ini bertujuan untuk mengingatkan kepada orang tua, bahwa sangat berbahaya anak di bawah umur berkendara, karena nyawa taruhannya,” ujar AKBP Miko didampingi Kasat Lantas Polres Lamongan AKP Aristianto Budi Sutrisno, Kamis (16/6/2022).


Selain untuk membuat efek jera kepada pelanggar di bawah umur, Miko menambahkan, pemanggilan ini juga sebagai langkah persuasif sekaligus langkah simpatik yang dapat memberikan edukasi kepada orang tua. Dengan begitu, orang tua akan lebih mempertimbangkan keselamatan anak dalam berkendara.

“Kami panggil orang tua untuk memberikan pernyataan tertulis bersama dengan anaknya agar tidak berkendara, karena belum cukup umur dan memenuhi persyaratan kompetensi berupa SIM,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Lamongan AKP Aris mengungkapkan bahwa operasi ini dijadwalkan akan terus berlangsung sampai dengan tanggal 26 Juni 2022. Ia juga menyebut, operasi ini lebih mengedepankan giat simpatik dan penindakan secara elektronik, baik ETLE statis maupun ETLE Mobile.

“Target pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2012 ini untuk menumbuhkan budaya tertib bagi setiap pengendara dalam berlalu lintas,” jelasnya.

Mengenai sasaran pelanggaran yang bakal ditindak dalam Operasi Patuh Semeru tahun ini, kata Aris, meliputi penggunaan helm SNI untuk pengendara roda dua, batas kecepatan, melawan arus, pengendara di bawah umur, dan berkendara dalam pengaruh alkohol.

“Selain itu sasarannya juga kepada mereka yang berkendara menggunakan handphone, safety belt untuk pengemudi roda empat dan Over Dimensi Over Loading (ODOL) muatan roda empat atau lebih,” tambahnya.

Sebagai informasi, dalam kesempatan ini Sat Lantas Polres Lamongan juga menunjukkan salah satu orang tua dari pengendara di bawah umur yang dipanggil ke Mapolres Lamongan, pada Kamis (16/6/2022) hari ini. Ia merupakan orang tua pelanggar sepeda motor merk Honda bernopol S 3094 JZ.

“Semoga dengan operasi patuh semeru ini, para pengendara yang berlalu lintas akan lebih disiplin dan mematuhi aturan yang ada,” tutup Aris. [riq/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev