Hukum & Kriminal

Ops Ketupat, Jumlah Kecelakaan dan Pelanggaran Lalin Sumenep Turun Drastis

Sumenep (beritajatim.com) – Angka kecelakaan lalu lintas di Sumenep selama digelarnya Operasi Ketupat Semeru 2019 turun drastis dibanding operasi serupa tahun 2018.

Selama H-7 hingga H+7 lebaran 2019, hanya terjadi 1 kejadian laka lantas, yakni di Saronggi yang menyebabkan 1 korban meninggal. Sedangkan saat arus mudik dan balik lebaran 2018, terjadi 4 kejadian laka lantas. “Tahun ini hanya 1 kejadian kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik lebaran 2019. Alhamdulillah angka laka itu turun dibanding tahun lalu,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Kamis (13/06/2019).

Ia memaparkan, untuk Sumenep dipetakan ada beberapa titik rawan kecelakaan lalu lintas. Diantaranya Saronggi – Patean, kemudian Kopedi – Karduluk. “Itu untuk jalur utama jl raya Sumenep – Pamekasan. Selain itu, yang juga termasuk ‘black area’ ada di jalan raya Desa Jambu, Kecamatan Lenteng,” ujarnya.

Menurut Widiarti, pihaknya telah berupaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Diantaranya dengan menggencarkan ajakan tertib berlalu lintas. Selain itu, memasang rambu-rambu peringatan di daerah rawan kecelakaan. “Dari data yang ada, sebagian besar kecelakaan lalu lintas akibat ‘human error’. Jadi awalnya ada pelanggaran aturan berlalu lintas, dan akhirnya terjadi kecelakaan,” ucapnya.

Ia menambahkan, untuk pelanggaran lalu lintas, mayoritas berupa kelengkapan, seperti tidak menggunakan helm, tidak memiliki SIM dan STNK, serta menerobos lampu merah. “Kalau angka pelanggarannya selama ops ketupat tahun ini turun dibanding tahun lalu. Tahun ini 94 pelanggaran dan tahun lalu 218 pelanggaran. Para pelanggar sudah ditindak dengan tilang,” terangnya. (tem/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar