Hukum & Kriminal

Oplos Beras BPNT, Lima Orang Diamankan Polisi

Sumenep (beritajatim.com) – Polres Sumenep mengamankan lima orang terkait kasus dugaan pengoplosan beras untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Ada lima orang yang kami amankan. Dua diantaranya adalah pemilik gudang beras berinisial L dan I. Tiga lainnya merupakan karyawan yang mengoplos beras,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi, Jumat (28/02/2020).

Polres Sumenep menggerebek sebuah gudang beras di Jalan Merpati, Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep. Di gudang beras dengan nama UD YDT ART itu terjadi pengoplosan beras untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Saat digerebek, polisi menemukan ada 10 ton beras yang sudah dioplos dan rencananya akan didistribusikan ke agen di wilayah Pulau/Kecamatan Giligenting. Beras itu utk program BPNT. Beras tersebut masing-masing dibungkus dengan kemasan 5 kg sebanyak 2 ribu karung. Beras itu sudah dinaikkan di atas sebuah truk bernomor polisi M 8267 UV.

“Kami menyita beras bulog kemasan 50 kg sebanyak 105 karung, beras tanpa merek kemasan 50 kg sebanyak 22 karung, dan karung beras tanpa merek sebanyak 63 karung, timbangan beras, mesin jahit, cairan warna hijau, semprotan manual serta satu buah sekop,” papar Deddy.

Ia mengungkapkan, berdasarkan pengakuan pemilik gudang, beras itu dioplos untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. Satu kemasan 5 kg dijual seharga Rp 52.500. Hasil dari kecurangan itu digunakan untuk tambahan kebutuhan sehari-hari.

Pemilik gudang dijerat Pasal 62 UU Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen atau pasal 135 dan Pasal 139 UU Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan atau Pasal 106 UU Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan. [tem/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar