Hukum & Kriminal

Operasi Zebra Semeru 2020 Polres Pamekasan Berlangsung Tanpa Tilang

Pamekasan (beritajatim.com) – Operasi Zebra Semeru 2020 yang digelar Satlantas Polres Pamekasan, berlangsung tanpa tindakan langsung alias tilang dan lebih fokus pada upaya edukasi dan sosialisasi mencegah penyebaran wabah Coronavirus Disease 2019.

Hal tersebut terbukti selama 12 hari terakhir, terhitung sejak Senin (26/10/2020) hingga Jum’at (6/11/2020). Personil Satlantas Polres Pamekasan, tidak satupun menerapkan tilang dan justru memberikan edukasi dan sosialisasi bagi masyarakat untuk bersama memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Giat (Operasi Zebra Semeru 2020) ini hanya kegiatan sosial dan sosialisasi pencegahan Covid-19, sehingga pada giat kali ini tanpa satupun ada tindakan tilang seperti operasi sebelumnya,” kata Kasat Lantas Polres Pamekasan, AKP Deddy Eka Aprianto.

Memang selama masa pembiasaan baru atau yang akrab disebut new normal, korp baju cokelat gencar melakukan berbagai upaya edukasi dan sosialisasi pencegahan sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk bersama memutus rantai penyebaran Covid-19.

Bahkan sebelum operasi zebra semeru, mereka juga melaksanakan Razia Lantas Tertib Tangguh Semeru 2020 yang dilakukan dalam rangka masyarakat khususnya pengendara kendaraan bermotor agar bersama mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Bahkan razia tersebut digelar relatif lebih lama dibandingkan jenis razia lainnya, yakni sekitar hampir sebulan. Terhitung sejak Selasa (13/10/2020) hingga akhir Oktober 2020 lalu. Orientasi dari razia tersebut juga menjadi sarana untuk mengeduksi masyarakat untuk bersama memutus rantai penyebaran pandemi.

“Jadi seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, bahwa giat ini sebagai langkah dan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Orientasinya untuk lebih menyadarkan masyarakat akan pentingnya memakai masker dan menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Langkah tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk komitmen instansi kepolisian, guna mengajak masyarakat bersama memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sekalipun saat ini kabupaten Pamekasan sudah masuk katagori zona kuning.

“Jadi selain mengajak masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan, salah satunya dengan menggunakan masker. Kami juga memberikan edukasi bagi masyarakat untuk bersama memutus mata rantai penyebaran Covid-19, termasuk para pengendara yang kedapatan tidak mengenakan masker, kita langsung pakaikan masker,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Polres Pamekasan juga terlibat secara langsung bersama sejumlah instansi samping dalam Operasi Yustisi yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Senin (14/9/2020) hingga Selasa (6/10/2020) lalu.

Namun untuk giat operasi kali ini, personil kepolisian justru terlibat aktif melakukan beragam aksi sosial. Semisal bagi-bagi masker bagi para pengguna jalan, menempelkan stiker ajakan pakai masker di kendaraan bermotor, hingga membagikan sembako bagi warga kurang mampu, khususnya warga terdampak Covid-19.

Sementara berdasar update peta sebaran virus corona yang dikeluarkan Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, terdata sebanyak 366 orang di Pamekasan, dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Meliputi sebanyak 12 orang tengah menjalani isolasi, 32 orang meninggal dunia, serta sebanyak 322 orang lainnya dinyatakan sembuh.

Sementara untuk status suspect terdata sebanyak 958 orang, meliputi sebanyak 25 orang dalam pengawasan, 60 orang meninggal dunia, serta sebanyak 873 orang dinyatakan selesai alias Negatif Covid-19. [pin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar