Hukum & Kriminal

Operasi Patuh Semeru, Polres Gresik Utamakan Protokol Kesehatan dan Imbauan

Gresik (beritajatim.com) – Pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2020 resmi diberlakukan hingga 14 hari ke depan. Bedanya, operasi tersebut tidak melakukan penindakan atau razia. Sebaliknya lebih mengedepankan penegakan protokol kesehatan, dan bersifat imbauan.

Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto mengatakan, pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2020 kali ini dibalik lebih mengedepankan preventif dan himbauan kepada pengguna jalan.

“Meski tidak mengkedepankan penindakan. Kami juga fokus ke pengguna jalan yang melanggar melawan arus, pengendara di bawah umur, melebihi batas kecepatan, dan tak mengenakan helm serta masker bagi pengendara motor,” katanya, Kamis (23/07/2020).

Menurut Yanto, memang ada perbedaan dalam pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2020 dibanding tahun sebelumnya karena ada pandemi Covid-19.

“Meski kami fokus ke tindakan preventif. Namun, bukan berarti pengguna jalan seenaknya. Sebab, mulai saat ini anggota di lapangan terus melakukan mobilitas terkait dengan pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2020,” paparnya.

Sementara, berdasarkan data pelanggaran lalu lintas selama bulan Mei dan Juni 2020 cenderung ada kenaikan. Pada Mei 2020 lalu, jumlah pelanggar yang ditilang mencapai 827 pelanggar. Sementara Juni 2020 naik menjadi 1.040 pelanggar.

Untuk jenis kendaraan yang melanggar. Kendaraan bermotor ada 248 pelanggar, dan 845 pelanggar. Sedangkan mobil barang ada 108 kendaraan, dan 152 kendaraan serta mobil penumpang ada 171, dan 43 kendaraan. Semua pelanggaran itu, di bulan Mei dan Juni 2020. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar