Hukum & Kriminal

Operasi Ketupat Semeru 2020, Angka Laka Lantas Turun

Anggota satlantas Polres Ponorogo saat mensosialisasikan operasi ketupat semeru kepada pengemudi ojek daring beberapa waktu yang lalu. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Selama pelaksanaan operasi ketupat semeru 2020 yang dilakukan oleh satuan lalu lintas Polres Ponorogo, tren kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan dibanding operasi serupa di tahun lalu. Meski, diakui oleh Kasat Lantas Polres Ponorogo AKP Indra Budi Wibowo penurunanya relatif kecil, yakni hanya 2,5 persen.

“Dalam operasi ketupat semeru tahun ini angka laka lantas di Ponorogo turun. Prosentasenya hanya turun 2,5 persen dibanding tahun lalu,” kata Indra, Sabtu (6/6/2020).

Indra mengungkapkan, pihaknya mencatat ada 39 kejadian laka lantas dalam operasi yang dimulai sejak 24 April itu. Dengan korban meninggal ada 8 orang, kerugian material mencapai Rp 71 juta. Sedangkan angka laka lantas pada operasi ketupat tahun lalu, ada 40 kejadian laka lantas. Korban meninggal sama dengan tahun ini, namun untuk kerugian material jumlahnya lebih besar, yakni mencapai Rp 91 juta.

“Tahun lalu kerugian materialnya mencapai Rp 91 juta, sedangkan tahun ini hanya Rp 71 juta,” katanya.

Keadaan pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, termasuk Ponorogo turut berpengaruh terhadap orang yang terlibat laka lantas. Jika tahun lalu pelaku, didominasi oleh pelajar atau anak dibawah umur. Tahun ini pelakunya berusia dewasa, kisaran umur 25-31 tahun.

“Tiga bulan terakhir ini kan sekolah libur akibat pandemi, jadi mungkin itu mempengaruhi angka laka lantas yang melibatkan pelajar atau anak dibawah umur,” katanya.

Lebih lanjut, Indra menambahkan bahwa human erro masih mendominasi angka penyebab laka lantas. Misalnya melanggar batas kecepatan berkendara atau tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Selain itu kecamatan kota masih mendominasi kejadian laka lantas tersebut.

“Untuk operasi semeru kali ini, laka lantas yang melibatkan pemudik tidak ada. Sebab pandemi Covid-19 ini, warga dilarang mudik,” pungkasnya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar