Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Operasi Keselamatan Semeru, Polisi Bakal Tindak Kendaraan ODOL

Apel gelar pasukan operasi keselamatan semeru 2020 di Mapolres Ponorogo. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kendaraan over dimension over loading atau biasa disingkat menjadi kendaraan ODOL jangan sekali-kali melintas di jalanan Ponorogo. Pasalnya, dalam dua minggu ke depan, Polres Ponorogo menggalakkan operasi keselamatan semeru 2022. Sudah barang pasti, kendaraan ODOL itu sangat membahayakan penggunaannya maupun pengguna jalan lain. Oleh sebab itu, dalam operasi kali ini, Satlantas Polres Ponorogo konsen untuk menindak pengguna kendaraan ODOL ini.

“Kendaraan over dimension over loading ini salah satu membuat jalan-jalan di Ponorogo rusak. Makanya akan kami tindak dalam operasi kesehatan semeru kali ini,” kata Kasat lantas Polres Ponorogo AKP Ayip Rizal, Selasa (1/3/2022).

Penindakan yang dilakukan selama ini hanya menyasar kepada sopir atau pengendaranya saja. Sanksi yang diberikan berupa penilangan dan penurunan muatan. Namun, kali ini pihaknya bakal juga menindak orang atau bengkel yang merubah bentuk atau dimensi dari kendaraan ya g digunakan.

“Selama ini kan cuma sopirnya yang kita tindak, selama ini juga sanksinya tilang,” ungkap mantan pemain timnas voli itu.

Ayip ingin memastikan nantinya kendaraan ODOL yang ditindak, akan dinormalkan kembali. Disesuaikan dengan aturan yang diperbolehkan. Sebab, kendaraan yang over dimension ini bisa masuk tindakan kriminal. Dalam operasi keselamatan semeru 2022 ini, Ayip menyebut pihaknya mengerahkan sebanyak 100 personel.

“Dari Polres Ponorogo kita kerahkan sekitar 100 personel. Jadi semua punya peran penting terkait keselamatan lalu lintas. Dan kendaraan ODOL ini bisa jadi penyebab laka lantas,” katanya.

Selain penindakan untuk kendaraan ODOL, petugas kepolisian juga bakal menindak pelanggaran-pelanggaran yang berdampak kecelakaan lalu lintas. Seperti balap liar, knalpot brong, kendaraan tidak sesuai spesifikasi pabrik dan pelanggaran kasat mata lainnya.

“Pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi laka lantas, nantinya juga akan kita tindak dalam operasi keselamatan semeru 2022 ini,” pungkasnya. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar