Hukum & Kriminal

Operasi Keselamatan Semeru 2020 Digelar Hingga 19 April

Salah satu Polwan Pamekasan, membentangkan banner 'Antisipasi Hoax Soal Covid-19' di Depan Mapolres Pamekasan, Jl Stadion 81, Senin (6/4/2020).

Pamekasan (beritajatim.com) – Polres Pamekasan mulai melaksanakan Operasi Keselamatan Semeru 2020 yang dijadwalkan akan digelar selama 14 hari kedepan, terhitung mulai hari ini, Senin hingga Minggu (6-19/4/2020) mendatang.

Giat tersebut dilakukan dalam rangka menyambut Ramadan 1441 Hijriyah, sekaligus mensosialisasikan berbagai himbauan kepada masyarakat seputar langkah antisipasi sekaligus pencegahan terhadap wabah virus corona. Termasuk himbauan antisipasi terhadap berita hoaks seputar Covid-19.

“Operasi Keselamatan Semeru 2020 ini lebih mengutamakan pada pola Pre-emtive dan Preventif, jadi tidak ada razia selama operasi ini. Sebab dalam pelaksanaannya kami lebih pada sosialisasi antisipasi dan pencegahan wabah Covid-19,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari, melalui Kasubag Humas AKP Nining Dyah.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga memasang sejumlah spanduk ataupun banner berisi himbauan seputar langkah antisipatif dan pencegahan terhadap panyebaran wabah Covid-19. Khususnya di wilayah hukum Polres Pamekasan.

“Melalui operasi ini, kami juga menyebar sejumlah banner berisi himbauan antisipasi penyebaran wabah Covid-19 yang kami pasang di beberapa ruas jalan di Pamekasan. Termasuk di antaranya himbauan untuk menghindari berita hoaks soal informasi Covid-19,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga mengajak masyarakat agar selalu mematuhi himbauan yang diedarkan pemerintah, mulai dari pusat, provinsi maupun daerah, termasuk dari Polri soal antisipasi dan pencegahan wabah Covid-19. “Selain menerapkan pola hidup bersih dan sehat, masyarakat juga kita himnau agar mengurangi aktivitas di tempat kerumunan,” imbaunya.

Tidak kalah penting pihaknya juga menegaskan tetap akan memberikan tindakan tegas bagi masyarakat yang melanggar tata tertib lalu lintas. “Namun yang pasti, tindakan tegas akan tetap kita berikan kepada para pelanggar lalu lintas. Semisal tidak menggunakan helm SNI, tidak membawa surat kelengkapan dan lainnya,” pungkasnya. [pin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar