Hukum & Kriminal

Operasi Bina Kusuma, Polres Mojokerto Amankan 135,49 Gram Sabu dan 44 Ribu Butir Pil Double L

Kapolres Mojokerto, AKBP Feby DP Hutagalung saat merilis kasus narkoba selama Operasi Bina Kusuma digelar. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Selama Operasi Bina Kusuma digelar, Polres Mojokerto dan jajaran berhasil mengamankan 12 tersangka dari 10 laporan polisi. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa narkoba jenis sabu sebesar 135,49 gram dan pil double L sebanyak 44 ribu butir.

Kapolres Mojokerto, AKBP Feby DP Hutagalung mengatakan, Operasi Bina Kusuma digelar mulai tanggal 17 Februari sampai 3 Maret 2020. “Selama dua minggu digelar, anggota berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba 10 perkara dengan 12 orang tersangka,” ungkapnya, Senin (9/3/2020).

Masih kata Kapolres, sebanyak 12 tersangka tersebut diamankan Satnarkoba sebanyak empat orang dan jajaran delapan orang. Sementara barang bukti yang berhasil diamankan berupa narkoba jenis sabu sebesar 135,49 gram dan pil double L sebanyak 44 ribu butir.

“Barang bukti yang berhasil diamankan dalam operasi kali ini, cukup signifikan dibanding tahun lalu. Yakni 135,49 gram sabu dan double L 44 ribu butir. Dari 12 orang tersangka, barang bukti dengan jumlah terbanyak dari tersangka M Rohmatul Arif yakni sebanyak 120,01 gram,” katanya.

Tersangka diamankan di rumah kos Dusun Bulaksempu, Desa Gebangsari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Warga Jalan WR Supratman Desa Dinoyo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto tersebut diamankan anggota Unit Reskrim Polsek Jatirejo pada, Senin (2/3/2020) lalu.

“Dari hasil intrograsi, tersangka mengaku memiliki 2 ons lebih sabu tapi 80 gram sudah terjual. Untuk siapa saja yang menjadi konsumen tersangka masih didalami. Tersangka mendapatkan barang haram tersebut dari temannya yang ada di Lapas, yakni napi kasus narkoba yang menyuruh seseorang mengantarkan barang ke tersangka,” ujarnya.

Teknik pesanan barang haram tersebut, lanjut Kapolres terputus sehingga tidak diketahui siapa pemesannya. Namun diduga bandar sudah terkoordinasi. Tersangka mengaku baru setahun, namun dengan barang bukti yang cukup banyak, pihaknya menduga sudah dilakukan cukup lama dan terorganisir.

“Napi narkotika ini yang mana mengendalikan, pendistribusian dan peredarannya. Saat ini sedang dikembangkan, diduga barang haram ini dari Mojokerto dan sekitar Jawa Timur. Tersangka dijerat Pasal 114 sub Pasal 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal hukuman mati atau seumur hidup,” jelasnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar