Hukum & Kriminal

On The Road, Kejari Kabupaten Mojokerto Bagi-bagi Sembako ke Tukang Becak

Aksi bagi-bagi sembako kepada tukang becak yang digelar Kejari Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Puluhan paket sembilan bahan pokok (sembako) dibagikan kepada masyarakat terdampak Covid-19 di wilayah Mojokerto. Dengan menggunakan mobil, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto bersama jajaran membagikan paket sembako kepada abang tukang becak, Selasa (5/5/2020).

Mulai dari perempatan lampu merah Sooko, depan RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, depan bekas Pasar Brangkal dan dengan RSI Sakinah Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan tersebut dilakukan serentak di seluruh Indonesia, mulai dari Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri.

Kepala Kejari Kabupaten Mojokerto, Muhammad Hari Wahyudi mengatakan, pembagian sembako dengan sasaran masyarakat yang terdampak covid-19. “Jadi memang ada kegiatan bersama bakti sosial Kejaksaan Agung serentak seluruh Indonesia. Yakni Kejati dan Kejari seluruh Indonesia menyelenggarakan bakti sosial untuk masyarakat yang terdampak,” ungkapnya.

Masih kata Kepala Kejari, ada 50 paket sembako yang disiapkan untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan karena dampak dari Covid-19. Pihaknya berharapan, bantuan berupa paket sembako tersebut bisa digunakan masyarakat yang terdampak Covid-19 di Mojokerto. Selain kepada tukang becak, juga diberikan kepada yayasan yatim piatu.

“Kita harus bisa menyikapi Covid-19 dengan physical distancing, jaga jarak, cuci tangan, jangan keluar rumah jika tidak pakai masker, kalau bisa jangan keluar rumah jika tidak perlu sekali. Di Kejari Kabupaten Mojokerto sendiri kami siapkan cuci tangan, ke dalam masuk pakai maeker, pakai hand sanitizer dan petugas akan mengecek suhu badan,” katanya.

Selain itu, untuk menghindari pengumpulan massa yang biasa terjadi setiap hari Kamis. Yakni pembayaran denda dan pengambilan barang bukti sidang dialihkan ke Kantor POS. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya tidak ada pengumpulan massa di kantor Kejari Kabupaten Mojokerto di Jalan RA Basoeni Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto tersebut.

“Untuk perkara yang kami tangani saat ini, jumlahnya meningkat. Peningkatannya cukup tinggi karena di saat pandemi Covid-19 ini, bersamaan pihak kepolisian ada operasi penyakit masyarakat. Sehingga perkara kejahatan jalan yang kita tangani cukup tinggi dan perkara pencurian juga tinggi. Dua kali lipat,” jelasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar