Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Olah TKP Kecelakaan Bus Pariwisata PO Ardiansyah, Korlantas Polri Pakai Metode TAA

Mojokerto (beritajatim.com) – Korlantas Polri dan Ditlantas Polda Jatim bersama Satlantas Polresta Mojokerto melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan bus PO Ardiansyah di Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) KM 712+200/A. Dalam proses penyelidikan, penyidik menggunakan menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA) untuk mendapat informasi komprehensif mengenai peristiwa kecelakaan.

TAA merupakan metode yang terdiri dari analisis terhadap kronologi, pola kejadian, kondisi teknis, dan infrastruktur jalan, hingga kondisi pelaku kecelakaan baik secara fisik maupun mental. Lokasi kejadian direkam menggunakan kamera 3D laser scanner yang nantinya menjadi bahan analisis.

Petugas mengambil tiga titik gambar menggunakan alat kritis scanner. Perekaman dilakukan mulai pada jarak 100 meter yang menjadi titik bus keluar jalur hingga titik tumbur ketika bus menghantam tiang beton rambu multipesan VMS (Variable Message Sign).

“Ada titik yang kami ambil dari 100 meter sebelum tempat kejadian, titik pas kejadian dan setelah di tempat kejadian. Jadi kami ambil menggunakan alat kamera 3D laser scanner dari Mabes Polri dan didampingi jabatan Dirlantas Polda Jatim,” ungkap Kasi Pullahjianta Ditgakkum Korlantas Polri, AKBP Hendra Wahyudi, Selasa, (17/5/2022).

Kecelakaan lalu-lintas terjadi di Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) KM 712+200, Senin (16/5/2022). Satu unit bus pariwisata PO Ardiansyah nopol S 7322 UW terguling di jalur A arah Jombang ke Surabaya.

Akibatnya, 14 orang penumpang tewas dalam insiden tersebut. Sementara 19 orang penumpang mengalami luka ringan dan berat serta satu sopir selamat. [tin/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar