Hukum & Kriminal

Oknum Sales Motor Asal Gresik Tipu Pembeli, Ubah Kuitansi Beli Cash Jadi Kredit

Gresik (beritajatim.com) – Wajah tersangka Misbakhul Munir (40) oknum sales motor asal Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Gresik seakan-akan tidak bersalah. Padahal, ada 64 korban yang membeli motor secara cash, tapi olehnya kuitansi pembeliannya diubah kredit. Akibat penipuan ini, ada 64 korban yang dirugikan. Jika ditaksir nilainya mencapai miliaran rupiah.

Terbongkarnya kasus penipuan ini,
bermula ada tiga korban yang melapor karena ditipu oleh tersangka. Ketiga korban itu masing-masing Lilik Ustiya Rini asal Desa Padang Bandung, Kecamatan Dukun Gresik, dan Lutfi Setyowati asal Cerme serta Wiwin Magfiroh asal Lowayu, Dukun.

Semua korban itu membeli motor di salah satu dealer di Jalan Usman Sadar Gresik secara cash atau tunai. Korban saat itu ditemui oleh tersangka. Setelah terjadi pembicaraan. Ternyata motor yang diinginkan ketiga pembeli itu tidak ada.

Selanjutnya, korban menghubungi tersangka lagi. Oleh tersangka disanggupi. Korban menyerahkan uang cash untuk membeli motor yang diinginkan. Setelah itu, ada dua dealer yang mengirim pesanan pembeli. Yakni Dealer CV Panji dan Dealer Calista Abadi plus STNK. Beberapa minggu kemudian, para korban didatangi oleh debt collector PT FIF.

Korban kemudian menjelaskan bahwa dirinya membeli motor dengan cara cash. Atas kejadian ini, beberapa korban melakukan klarifikasi ke FIF serta menanyakan ke tersangka. Setelah dicek oleh perusahaan leasing tersebut. Ternyata pembelian motor bukan cash. Sebab, di lampiran kuiantansi yang asli dibeli secara kredit.

“Dari hasil penyelidikan termasuk memeriksa sejumlah saksi. Tersangka Misbakhul Munir memalsukan kuitansi pembelian,” ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Senin (19/10/2020).

Hasil pengembangan penyelidikan lanjut dia, ada 64 pembeli yang tertipu oleh modus yang dilakukan tersangka. Tidak menutup kemungkinan jumlah pembeli yang ditipu bertambah. Pasalnya, anggota di lapangan terus mengembangkan kasus ini. “Jika ditaksir kerugian para pembeli ada miliaran rupiah,” paparnya.

Sementara, tersangka Misbakhul Munir mengaku dirinya yang malah mengalami kerugian. Sebab, uang yang didapat dari hasil menipu diputar untuk DP membeli motor yang diinginkan pembeli. “Uang hasil menipu saya pakai buat mengangsur serta buat bersenang-senang,” ungkapnya.

Kini tersangka Misbakhul Munir dijebloskan ke penjara. Atas perbuatannya itu, warga Peganden, Manyar tersebut dijerat dengan pasal 372 dan 378 KHUP ancaman 4 tahun hukuman kurungan. (dny/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar