Hukum & Kriminal

Oknum PNS Pemkab Sumenep Sudah 20 Kali Curi Sepeda

Tersangka AS saat reka ulang pencurian sepeda pancal di halaman Polsek Kota Sumenep

Sumenep (beritajatim.com) – Aparat Polsek Kota masih melakukan pengembangan terhadap pencurian sepeda pancal yang dilakukan oleh AS (46), warga Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep.

Tersangka yang juga seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Sumenep ini diduga telah berulang kali melakukan pencurian sepeda pancal. “Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku sudah 20 kali melakukan pencurian,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Minggu (9/2/2020).

AS tertangkap massa saat mencuri sepeda pancal milik Bambang (38), warga Desa Pangarangan, di areal ‘car free day’ (CFD). Bambang memarkir sepeda polygon miliknya di Taman Adipura sebelah timur. Ia kemudian meninggalkan sepedanya dan berjalan santai di dalam Taman Adipura.

Tak berselang lama, ia mendengar orang-orang mengatakan ada orang mencuri sepeda pancal. Saat itu ia melihat sepedanya sudah tidak ada lagi di tempat parkir. Ia pun berteriak maling dan warga yang ada di lokasi CFD langsung mengejar tersangka.

Ketika berhasil ditangkap, tersangka AS sempat menjadi bulan-bulanan warga. Beruntung ada anggota Polsek Kota dan Kodin 0827 melintas lokasi. Tersangka pun diamankan di Polsek Kota untuk menghindari amuk massa yang lebih parah.

“Tersangka mengaku selama ini menjual sepeda hasil sepeda curiannya ke Surabaya. Kami masih terus mengembangkan penyidikan kasus ini,” ujar Widiarti.

Usai interogasi awal, aparat Polsek Kota melakukan reka ulang pencurian sepeda pancal itu. Tersangka memperagakan, bagaimana caranya mengangkut dan memasukkan sepeda hasil curiannya ke mobil Toyota Innova miliknya.

“Dari tangan tersangka, kami menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya 1 sepeda angin merk polygon series primer 5 warna hitam, kemudian sepeda angin merk polygon caskit warna merah kombinasi putih, 1 unit mobil Toyota Innova nopol L 1532 LG tahun 2011 warna hitam, dan uang tunai sebesar Rp 500.000,” ungkap Widiarti sembari mengatakan bahwa pelaku dijerat pasal 362 KUHP. [tem/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar