Hukum & Kriminal

Oknum Pengacara di Gresik Terjaring OTT

foto/ilustrasi

Gresik (beritajatim.com) – Seorang oknum pengacara di Gresik, berinisial AI terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di daerah Kecamatan Driyorejo. AI diduga melakukan pemerasan terhadap perangkat desa, dan saat ini ditetapkan sebagai tersangka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, selain mengamankan AI, petugas juga menyita barang bukti uang sebesar Rp 50 juta yang disimpan di dalam tasnya. Terkait dengan OTT ini, Kasatreskrim Polres Gresik AKP Panji P. Wijaya membenarkan bahwa anggotanya telah melakukan OTT oknum pengacara di wilayah Gresik Selatan tepatnya di Driyorejo. “Memang benar, ada OTT. Ini masih kami kembangkan lagi,” ujarnya singkat, Sabtu (15/2/2020).

Sumber internal menyebutkan bahwa pemerasan itu terjadi karena tersangka mengetahui jika dalam laporan pertanggung jawaban (LPJ) salah satu desa di Kecamatan Driyorejo menyalahi aturan. Menggunakan nota yang tidak sesuai proyek pembangunan yang digarap.

Mengetahui hal itu, tersangka yang berprofesi sebagai advokat dan masuk dalam salah satu organisasi pengacara itu memanfaatkan kesempatan tersebut dengan cara menakuti korban. “Kalau tidak ingin dilaporkan polisi maka korban harus memberikan uang Rp 50 juta,” ujar seorang petugas yang enggan disebut namanya.

Korban karena takut akhirnya melakukan musyawarah dengan perangkat yang lain. Akhirnya terkumpul dana sebesar Rp 50 juta hasil patungan. Selanjutnya, korban bersama sejumlah perangkat sudah menunggu di kantor desa.

Tersangka yang datang seorang diri, sempat melakukan obrolan singkat. Uang sebesar Rp 50 juta pun diserahkan. Kemudian, tersangka memasukkan uang tersebut ke dalam tas. Namun, tak berselang lama petugas yang sudah lama mengintai melakukan penangkapan. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar