Hukum & Kriminal

Oknum Pendamping LMDH Kena OTT Kejari Ponorogo

Tersangka LF, oknum pendamping LMDH yang terjaring OTT Kejari Ponorogo. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap LF (55), oknum pendamping lembaga masyarakat desa hutan (LMDH). Dengan mencatut nama kejaksaan, dia melakukan pemerasan terhadap SJ, ketua LMDH Wono Harjo di Kecamatan Mlarak.

“Kami harap masyarakat melaporkan jika ada orang yang mengaku bisa menyelesaikan perkara di Kajari dengan memberikan uang,” kata Kajari Ponorogo Khunaifi Alhumami, Selasa (4/8/2020).

Selain menangkap tersangka LF, tim kejaksaan juga mengamankan barang bukti uang sebesar Rp 6 juta yang diberikan korban kepada tersangka. Saat menghitung jumlah uang itulah, tim kejaksaan menangkap tersangka, di salah satu warung kopi di Kelurahan Nologaten Ponorogo.

“Kami tangkap tersangka, saat menghitung uang hasil pemerasan itu saat berada di warung kopi,” katanya.

Selain mengamankan barang bukti uang, kejaksaan juga mengamankan barang bukti lainnya, yakni satu lembar surat panggilan palsu atas nama SJ, kwitansi palsu dari Kejaksaan senilai Rp 24 juta. Akibat pemerasan yang dilakukan tersangka, LF dijerat dengan pasal 12 E Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Sebab tersangka diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan dalam jabatan. Dengan ancaman 20 tahun penjara serta denda minimal 200 juta dan maksimal 1 miliar.

“Tersangka hari ini langsung kami tahan, sementara kami titipkan di rutan kelas 2B Ponorogo,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar