Hukum & Kriminal

OJK Periksa Dugaan Pengelapan Dana Nasabah Bank Mega Malang

Kepala Bagian Pengawasan Industri Keuangan Non Bank, Pasar Modal dan Edukasi Perlindungan Konsumen (IKNB, PM dan EPK) OJK Malang, Edy Rachmadi Wibisono.

Malang(beritajatim.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang telah melakukan mediasi antara Bank Mega Cabang Malang dengan perwakilan nasabah yang diwakili kuasa hukum Adi Amrulloh. Mediasi dilakukan untuk pemeriksaan dugaan penggelapan dana nasabah sebesar Rp3 miliar.

Dugaan penggelapan dana nasabah ini dilakukan oleh Kepala Cabang Pembantu Bank Mega Kyai Tamin, Kota Malang berinisial YA. Ada 6 nasabah yang mengaku menjadi korban dengan modus menggunakan penempatan deposito dan Surat Utang Negara (SUN). Setelah kasus ini mencuat pada pertengahan tahun 2020 YA pun mundur dari jabatanya.

Kepala Bagian Pengawasan Industri Keuangan Non Bank, Pasar Modal dan Edukasi Perlindungan Konsumen (IKNB, PM dan EPK) OJK Malang, Edy Rachmadi Wibisono mengatakan langkah awal mereka adalah melakukan pemeriksaan standar operasional prosedur di Bank Mega. Mereka juga sedang berkoordinasi dengan OJK Pusat untuk meminta klarifikasi kepada Pengawas Internal Bank Mega yang berada di Jakarta.

“Setelah mediasi salah satunya kami akan meneliti SOP (standar operasional prosedur) di Bank Mega seperti apa. Saat ini kami di Malang sedang menunggu konfirmasi dari Jakarta yang sedang melakukan klarifikasi ke pengawas Bank Mega. Kami akan mendampingi para nasabah yang bersengketa dengan industri keuangan,” papar Edy, Rabu, (18/11/2020).

Edy mengatakan, dalam proses pemeriksaan jika terbukti ada keteledoran atau maladministrasi sudah menjadi kewajiban bank untuk mengembalikan uang nasabah. Namun, mereka sedang melakukan pemeriksaan untuk memastikan kasus ini. Bahkan, OJK siap dipanggil polisi untuk dimintai keterangan karena YA sudah dilaporkan ke Polresta Malang Kota.

“Tentunya dalam hal ini terbukti ada keteledoran ada maladministrasi kita dorong untuk diselesaikan oleh industri keuangan (Bank Mega). Kita akan mendorong untuk menyelesaikan kasus ini. Saat ini karena prosesnya sudah ada di Polresta Malang Kota. Kami akan ikut prosedurnya di kepolisian seperti apa,” kata Edy.

Area Bisnis Manager Bank Mega Malang, Djoko Tjandra mengatakan, bahwa yang dilakukan oleh YA tanpa sepengetahuan pihak bank. Menurutnya, tidak ditemukan bukti transaksi deposito hingga dokumen yang digunakan terlapor. Sehingga mereka menyebut tindakan YA dilakukan di luar sistem perbankan.

“Artinya semua transaksi itu tidak tercatat dalam sistem pembukuan kami. Namun, kami tetap kooperatif mengikuti proses yang sudah berjalan seusai koridor hukum yang berlaku,” tandas Djoko. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar