Hukum & Kriminal

NU Pamekasan Ajak Masyarakat Sikapi Perbedaan dengan Bijak

Pamekasan (beritajatim.com) – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, KH Taufik Hasyim mengajak masyarakat untuk bersama-sama menahan diri sekaligus menyikapi berbagai perbedaan dengan cara bijak.

Hal tersebut disampaikan saat dirinya bersama rombongan tokoh dan ulama menggelar silaturrahmi bersama Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari di Gedung Ksatria Bhayangkara Polres Pamekasan, Rabu (19/12/2019).

Terlebih selama ini, organisasi yang dipimpinnya sering mendapat ‘teror’ dari sejumlah pihak akibat perbedaan persepsi alias cara pandang. Khususnya di berbagai jejaring sosial media, sekalipun pada akhirnya selalu berujung damai dan diatasi dengan cara kekeluargaan.

“Selama ini kami sudah beberapa kali menjadi sasaran ujaran kebencian di media sosial, bahkan tercatat sudah ada 9 (sembilan) kasus sejak 2017 lalu. Namun pada akhirnya juga berujung damai,” kata KH Taufik Hasyim.

Kondisi tersebut dinilai cukup memprihatinkan, apalagi Indonesia selama ini dikenal sebagai sebuah negara yang guyup dengan Ke-Bhinnikaan. “Bahkan beberapa waktu lalu juga sempat ada mengunggah (via medsos) ‘NU Kafir’ dan lainnya, setelah dilaporkan akhirnya berujung damai,” ungkapnya.

“Dari itu kami tidak ingin hal seperti itu kembali terjadi di kemudian hari, intinya kami ingin mengajak (masyarakat khususnya pengguna medsos) bagaimana kita menyikapi perbedaan dengan baik,” sambung pria yang akrab disapa Kiai Taufik.

Tidak hanya itu, pihaknya mengaku cukup bersabar menghadapi berbagai persoalan yang memojokkan organisasi yang dipimpinnya. Namun hal itu bisa teratasi berkat solidaritas di jajaran kepengurusan maupun masyarakat umum.

“Memang sempat ada beberapa komentar yang sempat membuat kami sangat marah, tetapi alhamdulillah kami bisa menahan diri dan mudah-mudahan kedepan tetap bisa menahan diri,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari yang mengajak masyarakat agar bisa menahan diri atas berbagai perbedaan. “kita jangan saling menjelekkan dan saling menahan diri, serta jangan membuat suasana gaduh,” ungkapnya.

“Jika ada hujaran kebencian, silahkan dilaporkan dan untuk penanganan kami tetap koordinasi dengan Polda (Jawa Timur). Jika ada bukti kuat dan masuk dalam pasal ITE, kita akan proses,” pungkasnya. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar