Hukum & Kriminal

‘Normal Baru’ Sidang Tipikor Rugikan Terdakwa

Empat terdakwa kasus dugaan korupsi Pasar Manggisan Jember, yaitu Dodik, Anas, Edy Shandi, Faris. (foto istimewa)

Jember (beritajatim.com) – ‘Normal baru’ dalam sidang tindak pidana korupsi merugikan terdakwa. Namun, kuasa hukum mau tidak mau harus beradaptasi.

Dalam ‘normal baru’, terdakwa tetap berada di lembaga permasyarakatan dan mengikuti jalannya persidangan tipikor melalui konferensi video internet. Sementara itu hakim, jaksa, dan pengacara berada di ruang sidang pengadilan tipikor.

“Kami berpendapat, sidang terpisah antara kuasa hukum, saksi, majelis hakim, dan terdakwa menyulitkan komunikasi antara penasihat hukum dan terdakwa. Kami tidak bisa langsung berkomunikasi,” kata Muhammad Nuril, pengacara mantan kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Jember Anas Ma’ruf, Selasa (2/6/2020).

“Mengapa? Karena keterangan saksi-saksi itu kan harus terkonsultasikan antara terdakwa dan penasihat hukum (saat sidang berlangsung), ketika kami harus menyajikan data kebenaran di depan Yang Mulia Majelis Hakim,” kata Nuril.

“Dalam persidangan normal, terdakwa ada di sebelah penasihat hukum. Ketika kami bertanya kepada saksi, terdakwa ikut mendengarkan, terkadang penasihat hukum mengonfirmasi kepada terdakwa tentang apa yang diungkapkan saksi. Ketika terpisah begini, penasihat hukum dan terdakwa tidak bisa saling memberi masukan, saling mengonformasi keterangan saksi,” kata Nuril.

Bagaimana kemudian penasihat hukum beradaptasi? “Dengan keterbatasan ini, kami tetap berkomunikasi. Di lapas misalnya ada wartel, sesekali keluarga terdakwa telpon saya pra sidang dan pasca sidang, dan kemudian saling memberi catatan tertentu. Ini untuk menyiasati keterbatasan,” kata Nuril.

Sidang perdana tindak pidana korupsi Pasar Manggisan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, berlangsung dengan protokol ‘new normal’ atau normal baru, Selasa (2/6/2020). Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jember Anas Ma’ruf duduk di kursi terdakwa. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar