Hukum & Kriminal

Nominator Pimpinan KPK, Ini Sikap Dekan FH Unej Soal Novel Baswedan

Jember (beritajatim.com) – Nurul Ghufron, pengajar dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, percaya aparat kepolisian bisa mengungkap kasus kekerasan yang dialami penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan.

Novel menjadi korban penyiraman air keras oleh seseorang yang menyebabkan matanya buta sebelah. Hingga saat ini, belum ada satu pun yang diproses hukum terkait penyiraman itu. “Penyiraman air keras yang menyebabkan cacatnya mata Novel baswedan secara hukum termasuk penganiayaan, tunduk kepada KUHP. Maka atas perbuatan itu, penyidik kepolisian semestinya mengingkapkan. Kalau tidak terungkap, bukan hanya memalukan Polri, tapi juga memalukan bangsa Indonesia. Masa ada penganiayaan tidak terungkap,” kata Ghufron, Selasa (3/9/2019).

Ghufron membandingkannya dengan kinerja polisi dalam mengungkap kasus terorisme. “Pada tindak pidana terorisme, belum terjadi saja sudah mampu dicegah. Ini sudah terjadi, masa tidak mampu? Saya yakin Polri mampu,” katanya.

Apa langkah Ghufron jika terpilih menjadi pimpinan dalam mengantisipasi kekerasan terhadap KPK? “Ke depan, saya akan memperkuat sinergi dengan aparat lain. Bukan hanya penegak hukum, tapi aparat pencegahan seperti inspektorat, Banwasda (Badan Pengawas Daerah), dan lembaga-lembaga pengawas internal pemerintahan sepertti BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) untuk membangun sinergi yang sama, komitmen dan kesadaran bersama bahwa korupsi masalah bersama bangsa Indonesia. Maka kita harus bergandengan tangan untuk memberantasnya,” katanya.

Menurut Ghufron, KPK tidak mungkin bekerja sendiri, kendati memiliki kewenangan luar biasa. “KPK punya banyak keterbatasan: keterbatasan jumlah sumber daya manusia dan anggaran. KPK harus pada fungsi trigger mechanism kepada polisi dan jaksa yang jaringannya lebih luas dan memiliki SDM lebih banyak. Kita tidak akan bersinggungan dengan mereka, tapi kita akan bergandengan dengan semua komponen bangsa, termasuk masyarakat,” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar