Hukum & Kriminal

Nikah Muda lalu Istri Hamil Bikin RA Bingung, Akhirnya Jadi Jambret

Kompol Parmiatun didampingi Iptu Agus Tri saat merilis tersangka AR (Tengah) di Mapolsek Wiyung, (Foto/Anggadia).

Surabaya (beritajatim.com) – Nikah muda dan istri sedang hamil membuat RA (20) kebingungan. Lantaran, ia tak mempunyai pekerjaan tetap untuk menghidupi keluarganya. Karena kebingungan tersebut, RA (20) mengajak temannya AR (14) menjadi jambret. Keduanya merampas barang dan uang muda mudi yang asik bermesraan di Waduk Kedurus, Selasa (01/11/2022) malam.

Kapolsek Wiyung, Kompol Parmiatun mengatakan, penangkapan keduanya berawal dari RA dan AR yang dimassa oleh warga tepatnya di jalan Babatan Wiyung. Beruntung saat itu ada opsnal Polsek Wiyung yang sedang patroli sehingga keduanya langsung diamankan.

“Jadi korban usai dirampas barangnya langsung minta tolong dan mengejar kedua tersangka sehingga didengar warga,” ujar Parmiatun, Kamis (10/11/2022).

Parmiatun menambahkan, dari keterangan korban, saat itu korban bersama pacarnya sedang duduk-duduk di Waduk. Tiba-tiba RA datang bersama AR dengan membawa celurit.

“AR yang dibonceng langsung turun dan mengalungkan celurit kepada korban. Mereka juga diancam oleh kedua tersangka agar menyerahkan uang dan barang-barang yang dibawa,” imbuh Parmiatun.

Kedua tersangka tak dapat berkutik saat ditangkap TAB Polsek Wiyung di depan SDN Babatan. Setelah itu, mereka langsung dibawa ke mapolsek untuk diperiksa.

Berdasar hasil penyidikan, RA mengakui perbuatannya dan mengatakan jika ia sedang membutuhkan uang untuk merawat istrinya yang tengah hamil. RA yang sudah putus asa kemudian nekat melakukan kejahatan dengan mengajak AR.

“Istri RA posisi hamil dan tersangka tak punya pekerjaan tetap. Pengakuannya, baru kali ini muter-muter lalu melakukan penodongan dan pemerasan,” tambahnya.

Sementara Kanit Reskrim Iptu Agus Tri Subagjo menambahkan, mengingat satu tersangka masih di bawah umur, pihaknya mengirim AR ke Balai Pemasyarakatan (Bapas). “Satu orang yang berusia 14 tahun kita kirim ke Bapas,” pungkasnya.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti ponsel hasil kejahatan, 2 bilah senjata tajam jenis celurit dan pedang, serta Beat merah L 2341 II yang digunakan sebagai sarana. Atas perbuatannya, ia dijerat Pasal 368 KUHP dan atau Pasal 2 Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951. [ang/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar