Hukum & Kriminal

Ngaku Bisa Meloloskan Jadi Polisi, Pasutri ini Tipu Korbannya Hampir Rp 1 Miliar

Ponorogo (beritajatim.com) – Pelajaran bagi orangtua yang ingin anaknya menjadi polisi. Jangan sampai melakukan segala cara supaya sang anak bisa diterima.

Salah satunya dengan sogok menyogok dengan uang ratusan juta, bisa jadi Anda akan menjadi korban penipuan dari perekrutan anggota Polri tersebut.

Seperti yang dialami oleh Harumi (48), warga Desa Tanjung Sari Kecamatan Jenangan Ponorogo tertipu hampir Rp 1 miliarĀ  karena ingin anaknya menjadi anggota polisi tanpa tes.

”Jangan sampai kejadian penipuan berkedok bisa meloloskan untuk menjadi polisi ini terulang kembali,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto, Rabu (27/11/2019).

Terungkapnya kasus penipuan tersebut, kata Arief berawal dibekuknya pasangan suami istri Sholehudin (45) dan Erni (39) oleh satreskrim Polres Ponorogo.

Mereka berdua diduga melakukan penipuan dengan modus bisa meloloskan untuk menjadi anggota polisi. Bahkan para pelaku ini sudah mendapatkan uang hingga Rp 985 juta yang dikirimkan korban Harumi secara bertahap selama 2 tahun. Yakni mulai bulan Juli 2017 hingga September 2019.

”Pelaku pasutri ini hidupnya berpindah-pindah, jadi bagi masyarakat yang merasa ditipu harap segera melaporkan kepada kami. Menurut pengakuan mereka, hanya melakukan penipuan baru sekali ini,” katanya.

Dari tangan pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti. Selain aset senilai Rp 200 juta, polisi juga mengamankan sejumlah barang, seperti handphone berbagai merk, laptop, tv dan barang elektronik lainnya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kedua pelaku dijerat dengan Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan.

”Pasutri ini diancam dengan hukuman kurungan penjara selama 4 tahun,” pungkasnya.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar