Hukum & Kriminal

Nenek Korban Minta 2 Tersangka Pembunuhan Bocah SD di Mojokerto Dihukum Mati

Nenek korban, Miskah (60) di samping foto Ardio Wiliam Oktavianto (13). [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pihak keluarga korban, Ardio Wiliam Oktavianto (13) berharap kedua tersangka pembunuhan dihukum mati. Pasalnya, kedua tersangka TS (19) dan IS (17) telah membunuh siswa SDN Katemasdungus, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto ini dengan sadis.

Nenek korban, Miskah (60) berharap kedua tersangka yang merupakan kakak-beradik tersebut bisa mendapatkan hukuman setimpal. “Kalau bisa, ya jangan sampai pulang atau dihukum seberat-beratnya. Yakni hukuman mati karena perbuatan kedua tersangka sangat keji,” ungkapnya, Rabu (4/3/2020).

Terlebih kedua tersangka sudah berumur lebih dewasa dari pada cucunya. Ia sempat menegur korban agar tidak bermain di luar rumah hingga malam. Karena sebelum ditemukan menjadi mayat di bawah Jembatan Gumul KM Lamongan 32+400, pamit bermain gasing.

“Sebagai keluarga yang selama ini merawat Dio ya tidak terima, apalagi Dio ini dikenal sebagai anak yang diam dan penurut terhadap keluarga. Magrib sebelum besoknya ditemukan, dia (korban) pamit bermain gasing setelah pulang les. Tapi hingga larut malam dia tak kembali ke rumah,” katanya.

Sementara sepeda angin yang bisa digunakan berada di rumah. Sehingga keluarga berusaha mencari keberadaan korban karena jarang korban tak pulang hingga larut malam. Keluarga baru tahu setelah mendapatkan kabar duka dari kabar yang beredar adanya penemuan sesosok mayat anak kecil di media Sosial (medsos).

“Saya tidak menyangka kalau Dio tewas dibunuh, padahal dia ini tidak pernah mempunyai masalah. Dia cenderung diam meski ada masalah. Dia ikut saya di sini (Desa Katemasdungus, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, red) sejak usia 3 tahun setelah kedua orang tuanya bercerai,” ujarnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar