Hukum & Kriminal

Nekat Judi Kopyok Saat PPKM Darurat, 4 Warga Ponorogo Digrebek Polisi

Ponorogo (beritajatim.com) – Unit reskrim Polsek Mlarak, pada hari Senin (2/8) dini hari tadi berhasil mengungkap kasus judi kopyok itu di teras milik salah satu warga di Desa Siwalan Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo.

Dalam penggrebekan arena judi kopyok tersebut, polisi berhasil mengamankan empat pelaku. Selain para pelaku, juga ikut diamankan beberapa barang bukti yang digunakan untuk melakukan judi kopyok.

“Iya Senin dink hari tadi, petugas kami melakukan penggrebekan arena judi kopyok di Desa Siwalan Kecamatan Mlarak,” kata Kapolsek Mlarak AKP. Sudaroini, Senin (2/8/2021).

Judi Kopyok

Empat orang pelaku ini, yakni Edi Santoso (38), warga desa setempat yang berstatus menjadi bandar. Sementara 3 pelaku lainnya, yakni Sutarman (63), Erik Santoso (39) dan Andri Trian Bekti (21) berstatus sebagai penombok dalam judi kopyok tersebut.

Sementara barang bukti yang diamankan ada 7 alat bukti. Yakni 1 lembar bebran, 1 buah tatakan, 3 buah mata dadu, batok tempurung kelapa, 1 tikar motif batik, 1 tas kecil warna merah maroon dan uang tunai senilai Rp 762.000,- yang digunakan para pelaku untuk berjudi.

“Kami amankan keempat pelaku beserta barang buktinya ke Mapolsek Mlarak untuk keterangan lebih lanjut,” katanya.

Kasus perjudian dengan dasar laporan polisi, dengan nomor : LP A/6/VIII/2021/RESKRIM/PONOROGO/SPKT Polsek Mlarak, tertanggal 2 Agustus 2021 ini, dengan 2 alat bukti yang ada sudah memenuhi unsur pidana. Para pelaku dijerat dengan dengan pasal 303 KUHP tentang perjudian.

“Usia mendapatkan keterangan semuanya, para pelaku, kami lakukan penahanan di Rutan Polres Ponorogo,” pungkasnya. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar