Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Nekat Jual Sabu, 2 Wanita Asal Lamongan Diciduk Polisi

Ditangkap karena jual sabu

Lamongan (beritajatim.com) – Kepolisian Resor (Polres) Lamongan mengamankan dua wanita asal Lamongan yang terlibat jaringan peredaran barang haram berupa sabu-sabu. Kedua tersangka tersebut yakni Febri Susanti (30), warga Baturono, Kecamatan Sukodadi dan Nuraini (40), asal Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung, Lamongan.

Masing-masing tersangka ditangkap polisi dari dua tempat yang berbeda. Selain itu, ditangkapnya kedua tersangka ini merupakan hasil pengembangan dari penyelidikan kasus serupa sebelumnya.

“Febri ditangkap di rumahnya, sedangkan Nuraini ditangkap saat berada di kosnya, di Banjarmendalan Kecamatan Lamongan. Satu di antara tersangka ini menyusul kakaknya (pasangan suami istri) yang diamankan beberapa waktu lalu,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Lamongan AKP Akhmad Khusen, Sabtu (21/5/2022).

Lebih lanjut berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, Khusen menjelaskan, kedua wanita itu diduga telah beberapa kali melakukan transaksi jual beli barang haram di lingkungannya.

Bahkan, bisnis yang dijalankan oleh kedua tersangka ini dinilai sudah meresahkan masyarakat karena dikhawatirkan akan merusak mental generasi muda. Oleh sebab itu, karena tak betah dengan aksi tersangka akhirnya warga nekat menginformasikannya kepada polisi.

Masih kata Khusen, selain menangkap kedua wanita itu, kini polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari para tersangka ini.

Dari tangan Febri Susanti, polisi mengamankan 4 klip plastik berisi narkotika jenis sabu dengan berat kotor 1,6 gram, 1 bekas kaleng CDR, 1 buah teko keramik, dan 1 buah HP Samsung A20S warna hitam.

Sementara dari tangan Nuraini, polisi mengamankan 2 klip plastik berisi narkotika jenis sabu dengan berat kotor 0,66 gram, 1 buah pipet kaca, 1 buah korek api, 1 buah HP OPPO A3S warna merah, dan uang tunai Rp 400 ribu.

Tak cukup itu, ungkap Khusen, saat melakukan aksinya tersebut salah satu dari dua tersangka ini ada yang memakai sistem ranjau dalam praktik penyebarannya ke beberapa titik.

“Kedua tersangka ini dijerat Pasal 114 Ayat (1) dan 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” kata Khusen sembari berharap pada masyarakat untuk tak segan melapor ke polisi jika mendapati adanya peredaran narkoba di Lamongan. [riq/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar