Hukum & Kriminal

Nasabah AJB Bumiputera Geruduk Kantor Wilayah Kediri, Tuntut Pencairan Klaim Polis

Nasabah AJB Bumiputera aksi menuntut klaim polisi segera dicairkan

Kediri (beritajatim.com) – Kantor Wilayah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera di Jalan Airlangga, Kota Kediri digeruduk sejumlah nasabahnya, Kamis (11/2/2021). Kedatangan mereka untuk menuntut pembayaran klaim polis yang sudah lama jatuh tempo.

Para nasabah datang dari berbagai daerah di Jawa Timur. Mulai dari Blitar, Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Jombang, Pacitan, Kertosono, Magetan, serta Madiun. Mereka juga membawa berbagai banner dan mengenakan kaus yang berisi tuntutan. Klaim polis ini sudah dilakukan nasabah sejak tahun 2018 lalu, namun hingga akhir 2020 masih belum ada kejelasan. Para Nasabah belum menerima pencairan polis tersebut.

Menurut Koordinator nasabah AJB Bumiputera Jawa Timur, Fitria Cahyarani setidaknya ada 65 nasabah polis di Jawa Timur 3 dengan jumlah polis sebanyak 863 yang menunggu pencairan. Nilai klaim yang diajukan oleh nasabah AJB Bumiputera wilayah 3 Jawa Timur ini diperkirakan mencapai 1 triliun

Aksi nasabah AJB Bumiputera menuntut pencairan klaim polis

“Kita sudah melakukan pencairan ini sejak tahun 2018, namun hingga 2 tahun ini belum ada kejelasan. Aksi ini untuk menanyakan kapan kepastian pencairan tersebut. Karena pihak kantor cabang dan perwakilan menyerahkan langsung ke pusat,” ucap Fitria.

Sebelumnya pencairan klaim polis ini berjalan lancar dan cukup hanya melalui kantor cabang saja. Namun sejak tahun 2018, pencairan klaim polis menjadi berbelit-belit dan harus menunggu dari kantor pusat untuk jadwal pencairan.

“Tuntutan kita tidak neko-neko. Kita hanya meminta hak kita untuk klaim asuransi ini diberikan. Kita sudah capek harus menunggu-nunggu. Karena uang itu juga digunakan untuk biaya sekolah,” jelasnya.

Sayangnya, audiensi dengan pihak AJB Bumi Putera dianggap para nasabah sia-sia. OJK, yang dihadir sebagai fasilitator juga dianggap tak bisa berbuat banyak. OJK hanya sekedar meneruskan aspirasi para nasabah ke OJK pusat.

Usai mengikuti audiensi, Kepala OJK Kediri, Bambang Supriyanto, dalam kasus tersebut, OJK sifatnya hanya menampung aspirasi dari pemegang polis saja. Kita memfasilitasi aspirasi pemegang polis dan akan disampaikan ke pusat.

“Kita masih melihat dan tidak melakukan pendataan. Sifatnya kita hanya menampung aspirasi saja, dan menyarankan untuk dilakukan penyelesaian. Masalah ini kemungkinan karena likuiditas dari pihak asuransi yang tidak mencukupi besarnya klaim yang diajukan. Kita akan sampaikan ke pusat,” kata Bambang. [nm/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar