Hukum & Kriminal

Narkotika di Botol Deodoran Berasal dari Madiun

Kasat Narkoba Polres Ponorogo AKP Deni Fahrudianto(foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Satuan narkoba Polres Ponorogo terus mendalami penyelundupan barang terlarang yang diduga sabu-sabu ke dalam rumah tahanan (rutan) kelas 2B Ponorogo. Barang haram itu diselundupkan ke dalam botol deodoran, dapat diketahui petugas rutan.

“Usai penemuan itu, pihak rutan langsung melaporkan ke kami,” kata Kasat Narkoba Polres Ponorogo AKP Deni Fahrudianto, Selasa (29/12/2020).

Petugas langsung mengamankan dua pembesuk yang membawa barang. Menurut keterangan tersangka ASR dan BDR, barang haram diambil di sebelah salah satu bank di Jalan Serayu Kota Madiun. Mereka memperoleh barang itu usai ditelpon oleh seseorang pada Minggu (27/12) malam.

“Setelah mengambil barang itu, kedua tersangka berinisiatif untuk membeli deodoran untuk wadah barang narkotika itu,” katanya.

Deni menyebut bahwa barang bukti yang diduga narkotika jenis sabu-sabu itu sedang diuji di laboratorium. Beratnya 3 gram. Kedua tersangka yang bisa dibilang menjadi kurir itu mendapatkan bayaran Rp 300 ribu untuk mengantarkan barang ke rutan. Mereka dijerat dengan undangan-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Ini kami masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan. Yang menyuruh untuk memgantar ke rutan ini belum kami jadikan DPO,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, rumah tahanan (Rutan) kelas 2B Ponorogo kembali menggagalkan penyelundupan narkotika ke dalam rutan. Petugas berhasil membongkar penyelundupan itu, usai memeriksa isi dari deodoran yang akan diberikan untuk warga binaan.

“Barang haram itu disamarkan melalui deodoran,” kata Kepala Rutan Kelas 2B Ponorogo Arya Galung, Senin (28/12/2020).

Penggagalan penyelundupan narkotika itu, terjadi saat ada dua orang pengunjung berinisial ASR dan BDR. Mereka hendak menitipkan barang sekitar pukul 09.45 WIB. Barang-barang tersebut merupakan keperluan sehari-hari, seperti sabun itu ditujukan untuk salah seorang warga binaan berinisial EK. Sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Para penitip barang tersebut harus masuk dan menunggu sampai pemeriksaan selesai dilakukan.

“Saat petugas kami memeriksa, salah seorang pengunjung tersebut terlihat sangat gelisah,” ungkapnya.

Dua petugas rutan, Surya Hermawan dan Safira pun melakukan penggeledahan. Petugas semakin curiga karena saat memegang botol deodoran, BDR nampak semakin gelisah. Petugas pun menggeledah deodoral berbentuk roll on itu.

“Dari kecurigaan tersebut akhirnya ditemukan satu bungkus plastik kecil yang di duga sebagai narkotika,” tutur Arya.

Pihak rutan lalu berkoordinasi dengan pihak Polres Ponorogo. Dan menyerahkan para pengirim barang tersebut beserta barang bukti kepada kepolisian untuk diproses lebih lanjut. Untuk berat barang haram tersebut, Arya mengaku belum sempat menimbang.

“Seluruh barang bukti sudah kami serahkan ke polisi,” katanya. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar