Hukum & Kriminal

Narkoba Senilai Rp 500 Juta Dimusnahkan Kejari Kabupaten Mojokerto

Kejari Kabupaten Mojokerto melakukan pemusnahan barang bukti perkara tindak pidana umum yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap di halaman belakang kantor Kejari Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto memusnahkan barang bukti perkara tindak pidana umum yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap selama lima bulan.

Untuk perkara narkoba barang bukti yang dimusnahkan senilai kurang lebih Rp 500 juta, sementara untuk perkara pangan senilai Rp 25 juta.

Pemusnahan barang bukti dari 167 perkara dilakukan di halaman belakang kantor Kejari Kabupaten Mojokerto.

Pemusnahan barang bukti narkoba dilakukan dengan cara diblender, sementara barang bukti produksi pangan dan ganja kering dimusnahkan dengan cara dibakar tersebut dipimpin langsung Kepala Kejari Kabupaten Mojokerto, Muhammad Hari Wahyudi.

Kepala Seksi Barang Bukti dan Barang Rampasan (Kasi BB dan BR), Kejari Kabupaten Mojokerto, Ivan Yoko mengatakan, untuk periode bulan November 2020 ini, Kejari Kabupaten Mojokerto telah melaksanakan pemusnahan antara lain putusan yang sudah inkrah.

“Yakni perkara narkotika dengan nilai kurang lebih Rp 500 juta dan perkara pangan sebesar Rp 25 juta,” ungkapnya.

Masih kata Kasi BB dan BR, perkara narkotika berupa sabu-sabu kurang lebih hampir 1/2 kg, pil double L 200.000 butir, pil ekstasi 200 butir dan ganja seberat 1 kg. Sementara perkara pangan yakni berupa coklat kadaluarsa sebanyak 28 bal, pilus kadaluwarsa 100 karung @50 kg dan puluhan Handphone (HP).

“Perkara yang menonjol yang baru ini adalah pangan. Jadi produksi coklat dan pilus yang sudah beredar di Mojokerto itu ternyata sudah kadaluwarsa kemudian didaur ulang. Untuk tahun 2020 ini, kami sudah melakukan pemusnahan barang bukti tiga kali. Di bulan Januari, Juli dan ini di bulan November,” katanya.

Kasi BB dan BR menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan kali ini yakni perkara yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap mulai bulan Juli hingga November 2020. Dari barang bukti yang dimusnahkan kali ini, lanjut Kasi BB dan BR, masih didominasi di utara sungai (wilayah hukum Polresta Mojokerto) dengan perkara narkotika.

“Perkara narkotika masih mendominasi karena mungkin di kalangan sekarang banyak sekali pemuda-pemuda yang melakukan tindak pidana narkotika. Jadi terdakwa-terdakwa banyak yang usianya masih relatif mudah. Masih remaja, antara kuliah sampai umur sekitar 30 tahun. Kalau sekolah hanya ada beberapa,” jelasnya.

Dari tiga kali pemusnahan barang bukti yang dilakukan Kejari Kabupaten Mojokerto, lanjut Kasi BB dan BR, masih didominasi perkara narkoba. Menurutnya dari sejumlah barang bukti perkara narkotika, dalam pemusnahan kali ini ganja kering yang paling banyak. Bulan Juli sampai November, barang bukti ganja kering meningkat pesat.

“Di dua pemusnahan sebelumnya, ganja ada cuma tidak sebanyak ini. Kalau di lihat dari cara tindak pidana yang sudah ditanggani Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, mereka menggunakan kurir dari Malang. Sudah antar kota jadi bisa disimpulkan mudah mencari ganja sekarang,” tegasnya. [tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar