Hukum & Kriminal

Narapidana di Lapas Bojonegoro Tidak Ada yang Dapat Asimilasi Covid-19

Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bojonegoro di Jalan Diponegoro.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia telah menerbitkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 32 Tahun 2020 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat.

Asimilasi tersebut berlaku bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19. Namun dari sebanyak 434 warga binaan yang terdiri dari 77 orang tahanan dan 357 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bojonegoro tidak ada yang mendapatkan.

“Narapidana yang mendapat asimilasi Covid-19 ini yang memenuhi syarat, diantaranya masa tahanannya dibatasi 2/3 masa pidana yang dijalaninya maksimal 30 Juni 2020,” ujar Kasi Binadik Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bojonegoro Ari Yuniarto, Kamis (6/5/2021).

Sementara, guna mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19 di lingkungan Lapas, pihaknya telah lama menerapkan tidakadanya jam besuk bagi warga binaan. Jam besuk hanya bisa dilakukan melalui video call dan jika ada pihak keluarga yang membawakan makanan hanya bisa dititipkan kepada petugas jaga.

“Jam besuk tidak ada, hanya video call dan titip makanan kepada petugas. Kecuali khusus tahanan anak ini bisa didampingi keluarga,” jelasnya.

Sementara diketahui, dengan banyaknya penghuni Lapas Bojonegoro itu dinilai telah melebihi kapasitas. Seharusnya, menurut Ari, kapasitas warga binaan hanya sebanyak 117 orang. Namun, karena dirasa masih bisa dipantau oleh petugas sehingga tidak menjadi masalah. [lus/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar