Hukum & Kriminal

Terima Kiriman 400 butir Pil Double L

Napi Lapas Klas IIB Mojokerto Kasus Narkoba Ini Akan Diisolasi

Napi Lapas Klas IIB Mojokerto yang mendapatkan makanan berisi pil double L. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Napi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB yang mendapatkan kiriman sayur lodeh tahu, tempe dan telur rebus isi 400 butir pil double L, KA (29) mendapatkan saksi. Warga Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ini, akan diisolasi di ruangan khusus.

Kepala Pengamanan, Lapas Klas IIB Mojokerto, Wulan Agus Tomo mengatakan, pasca petugas menemukan ratusan pil koplo yang diselundupkan salah satu pembesuk dengan cara dimasukan ke dalam sayur lodeh tahu, tempe dan telur rebus, pihak Lapas langsung memanggil KA.

“Setelah itu, kita langsung panggil KA untuk diinterogasi dan dia mengakui jika itu (pil double L) miliknya. Kita langsung berkoordinasi dengan teman-teman dari Polresta Mojokerto. Jadi kita serahkan langsung proses hukumnya lebih lanjut pada pihak kepolisian,” ungkapnya, Minggu (12/1/2020).

Selain itu, masih kata Agus, napi kasus narkoba dengan putusan lima tahun tiga bulan ini, mendapatkan tindak pidana tegas dari Lapas Kelas IIB Mojokerto. Saksi tegas tersebut berupa pengasingan ke ruang isolasi khusus. KA menjalani masa pengasingan di sel isolasi mulai enam hari.

“Untuk intern kita, KA di BAP dan akan menempati sel isolasi. Untuk di sel isolasi sesuai ketentuan, awal enam hari dan bisa diperpanjang sampai 12 hari. Apabila yang bersangkutan dipandang perlu pengamanan masih akan diteruskan nanti, situsional,” katanya.

Tak hanya itu, KA otomatis sudah tercatat diregister F yakni catatan-catatan pelanggaran. Agus menjelaskan, dimana narapidana yang tercatat di register F dipastikan tidak bisa mendapatkan hak-haknya selama satu tahun ke depan untuk. Seperti tidak mendapatkan pembebasan bersyarat (PB), cuti bersyarat (CB), asimilasi dan remisi.

“Napi ini tergolong melakukan pelanggaran berat, langsung kita catat di register F. Jadi secara otomatis untuk satu tahun ke depan tidak bisa mendapatkan hak-haknya seperti PB, CB, asimilasi maupun remisi,” jelasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar