Hukum & Kriminal

Namanya Puji tapi Tak Terpuji, Hamili Anak Tiri saat Istri Merantau

Lumajang (beritajatim.com) – Namanya Puji tetapi sayang tindakannya tidak terpuji. Itulah Puji Anggara (40). Warga perumahan Adiyatma Desa Selokgondang Kecamatan Sukodono ini menyetubuhi anak tirinya saat sang istri merantau bekerja di Sorong Papua.

Informas dihimpun di Mapolres Lumajang, Jumat (6/3/2020), terkuaknya kasus pencabulan terhadap Melati (15) sebut saja begitu, yang hamil 6 bulan menceritakan kondisinya pada sang ibu. Awalnya, korban tidak berani menceritakan kisah kelamnya, lantaran diancam oleh sang bapak tiri.

Korban melarikan diri dari ancaman pelaku dengan bersembunyi di rumah temannya. Sang ibu pulang ke Lumajang dan melaporkan ke Mapolsek Sukodono.

“Mendapat laporan kasus ini, kami bergerak cepat dan menangkap pelaku,” kata Kanit Reskrim Polsek Sukodono, Aiptu Arif pada wartawan di Mapolres.

Masih kata dia, korban dalam kondisi trauma dan tertekan secara psikologis. Selain takut ketemu dengan ibu.

“Korban juga tak ingin bertemu dengan bapak tirinya, lantaran diancam mau dibunuh bila berani melapor ke ibu dan polisi,” jelasnya.

Kini tersangka diamankan di Mapolres Lumajang untuk dilakukan penyidikan oleh unit PPA Satresktrim. Tersangka diancam menggunakan Pasal 81 ayat 1 dan Pasal 82 ayat 1 UU No 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu 1 Tahun 2016, tentang perubahan ke dua atas UU 23 Tahun 2002, tentang perlindungan anak menjadi undang-undang.

“Ancaman kurungan 15 tahun penjara,” ungkap Kasat Reskrim Polres LUmajang, AKP Masykur. [har/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar