Hukum & Kriminal

Nama Puluhan Kades di Kediri Dicatut untuk Tipu Warga, Modusnya Minta Pulsa

Kediri (beritajatim.com) – Belasan Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Kediri menjadi korban penipuan dengan modus meminta pulsa. Modus operandi pelaku, mencatut nama Kades untuk memberdayai masyarakatnya.

Kepala Desa Kayunan, Kecamatan Plosoklaten, Pustoro Al. Bagong Cahyono mengatakan kasus penipuan ini menyasar hampir seluruh Kades di wilayah Kecamatan Plosoklaten.

“Di wilayah Kecamatan Plosoklaten hampir semua nama Kades dipakai untuk menipu warga. Bahkan saya sendiri juga dipakai untuk menipu warga saya,” tutur Bagong, panggilan akrab Kepala Desa Kayunan.

Pelaku menghubungi korban dengan cara memintai pulsa dan uang kemudian ditransfer ke rekening. Untuk memuluskan aksinya, pelaku memasang foto kades dalam profil whatsApp. Pelaku memakai nomor 082317672268, 082317672269 minta diisi pulsa ke nomor 082176034335,

Menurut Bagong, ada beberapa warga yang sudah menjadi korban penipuan tersebut. “Ada yang tertipu dan ada yang tidak. Saya tahunya dari warga. Kalau nama saya dipakai untuk menipu,” tambahnya.

Kades/Kecamatan Kayen Kidul, Bambang Agus Pranoto juga tak luput dari aksi tipu-tipu ini. Namanya juga dipakai untuk menipu warganya. Tak hanya melalui pesan whatsApp, pelaku juga menggunakan akun Facebook mengatasnamakan dirinya.

“Ada yang inbox ke teman Facebook saya kebetulan itu warga sekaligus tetangga saya. Pelaku meminta pulsa dan uang untuk dikirim ke rekening,” tutur Agus.

Pelaku meminta pulsa kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu. Untuk nominal uang yang diminta Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. Pelaku menyuruh mengirim ke nomor rekening bank yang sudah ditentukan.

Adapun modus pelaku ini menipu dengan alasan butuh uang untuk biaya rumah sakit dan mengalami permasalahan di kepolisian. “Ternyata tidak saya saja. Bahkan rekan Kades lainnya di wilayah Kabupaten Kediri juga mengalami hal yang sama,” bebernya.

Meski namanya dicatut untuk menipu warganya Agus enggan melapor ke pihak kepolisian. Ia menghimbau kepada warganya untuk tidak mudah percaya. “Saya berharap kepada semuanya untuk tetap waspada dan jangan mudah percaya bila ada nama Kades meminta pulsa atau uang,” jelas Kades Kayen Kidul.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar membenarkan kasus tersebut. Pihaknya telah menerima laporan dari warga yang merasa tertipu. “Kemarin ada laporan dari warga Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. Bahkan korbannya ini sudah tertipu hingga Rp 5 juta,”kata Gilang Akbar.

Gilang menambahkan, pihak kepala desa yang jadi korban penipuan tidak melaporkan kejadian ini ke polisi. Namun warga yang tertipu mengirimkan uang Rp 5 juta yang sudah melaporkan ke Polres Kediri. “Modus macam ini semakin banyak akhir-akhir ini. Yakni, memakai foto dan nama seseorang,” ungkapnya.

Untuk menghindari kejadian tak terulang, AKP Gilang Akbar menghimbau agar masyarakat tak mudah percaya dengan modus peniupan seperti itu. “Saya harap masyarakat tidak gampang percaya jika dihubungi oleh nomor tidak dikenal dan meminta uang dengan mengaku sebagai seseorang yang sudah dikenal,,” tutupnya. [nm/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar