Hukum & Kriminal

Nafsu di Ubun-ubun, Bapak Tiri Ini Setubuhi Anak Hingga Hamil dan Melahirkan

Kapolres Madiun AKBP. Eddwi Kurniyanto saat melakukan press release ungkap kasus persetubuhan terhadap anak tiri.(foto/Polres Madiun)

Madiun (beritajatim.com) – Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Madiun mengamankan HA (42), warga Desa Kedondong Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun. Dia ditangkap karena tega menyetubuhi anak tirinya yang berinisial PR (14). Perbuatan ayah tiri bejat tersebut, hingga membuat korban hamil, dan melahirkan bayi dengan jenis kelamin laki-laki.

“Ibu korban tidak terima dengan perbuatan pelaku, sehingga suaminya tersebut dilaporkan ke kami,” kata Kapolres Madiun AKBP. Eddwi Kurniyanto, Kamis (5/3/2020).

Berdasarkan informasi yang dihimpun beritajatim.com, sebelum korban ini tinggal bersama kakek dan neneknya di Kecamatan Saradan. Namun ketika korban memasuki usia SMP, sekitar pertengahan tahun 2018 lalu diajak ibunya ikut tinggal bersama bapak tirinya di Kecamatan Kebonsari.

Melihat anak tirinya yang mulai tumbuh dewasa, hasrat birahinya muncul kepada PR. Apalagi sejak pindah rumah tersebut, Hasim selalu tidur bertiga dengan istri dan korban. Bujuk rayu pun dilakukan, mulai dari memberikan uang saku, membelikan pulsa dan iming-iming lainnya.

Sampai akhirnya pelaku berhasil menyetubuhi korban berulang-ulang kali, hingga kali terakhir pada bulan November 2019 lalu. “Pelaku melakukan persetubuhan di kamar dan di ruang tamu. Pada saat ibu korban tidak ada di rumah,” katanya.

Hingga akhirnya aksi bejat pelaku terbongkar, saat korban melahirkan bayi hasil persetubuhan pelaku. Mengetahui dilaporkan oleh istrinya, pelaku berusaha melarikan diri menuju stasiun kereta api Madiun, namun petugas sigap dan berhasil mengamankan pelaku.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 81 dan Pasal 82 UU Nomor 17 tahun 2017 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama hingga 15 tahun penjara. “Karena persetubuhan dilakukan kepada anaka yang dibawah umur, pelaku kami jerat denga pasal tentang perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.(end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar