Hukum & Kriminal

Mulai Hari Ini, Polres Gresik Gelar Razia Operasi Keselamatan Semeru

Gresik (beritajatim.com) – Demi menjaga keteraturan berlalu-lintas, Polres Gresik selama 14 hari terhitung mulai 29 April hingga 12 Mei 2019, menggelar razia Operasi Keselamatan Semeru 2019.

Operasi tersebut sasarannya bagi pengguna kendaraan bermotor, dan pengemudi roda empat atau lebih.

Kegiatan ini digelar berdasar amanat yang disampaikan oleh Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia. Dalam razia tersebut, Polres Gresik tidak sendiri. Kepolisian setempat jug melibatkan POM TNI, Kodim 0817, Dishub Gresik, Dinas Satpol PP, dan instansi terkait.

Wakapolres Gresik Kompol Dyno menjelaskan, ada tujuh sasaran yang dijadikan prioritas dalam Operasi Keselamatan Semeru 2019 di wilayah hukumnya. Ketujuh prioritas itu, diantaranya menggunakan ponsel saat mengemudi, tidak menggunakan safety belt, menaikan dan menurunkan penumpang di jalan tol. Berikutnya, melawan arus lalu lintas, mengendarai kendaraan dengan pengaruh miras atau alkohol, mengemudi kendaraan dibawah umur, dan mengemudi melebihi batas kecepatan maksimal.

“Tujuh prioritas itu menjadi sasaran kami dalam razia yang digelar selama 14 hari,” ujarnya, Senin (29/04/2019.

Sementara Kasatlantas Polres Gresik AKP Wikha Ardilestanto menuturkan, selain fokus pada tujuh sasaran yang dijadikan prioritas. Razia ini juga dalam rangka cipta kondisi keamanan, keselamatan ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) pasca pilpres dan pileg.

“Dalam razia ini kami juga mengedukasi masyarakat sebagai upaya menekan laka lantas di jalan raya,” tuturnya.

Berdasarkan data secara nasional. Pelanggaran lalu lintas tahun 2017 ada 833.607 kasus. Angka itu mengalami kenaikan dibanding tahun 2018 ada 1.243.047 kasus, atau naik 49 persen.

Sementara kejadian lalu lintas pada 2017 ada 5.556. Sedangkan tahun 2018 ada 4.096 kejadian. Angka itu mengalami penurunan 26 persen.

Korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas tahun 2017 ada 1.605 orang. Jumlah itu mengalami penurunan dibanding tahun 2018. Dimana, korban meninggal ada 1.134 orang atau turun 29 persen. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar