Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

MPM Finance Kediri Menang Gugatan Perdata dari Debitur

Konferensi Pers Penasihat Hukum MPM Finance Cabang Kediri

Kediri (beritajatim.com) – MPM Finance Cabang Kediri memenangkan gugatan perdata dari debiturnya Peni Winarni, warga Kabupaten Nganjuk. Putusan sidang ini digelar oleh Pengadilan Negeri Nganjuk, pada hari Senin, 18 Oktober 2021.

Penasehat Hukum MPM Finance Cabang Kediri, M. Akson Nul Huda SH., MH, putusan pemenangan perkara perdata tersebut dengan surat Nomor 25/ Pdt.G/ 2021/ PN.Njk.

“Kedudukan kami dalam hal ini MPM Finance Cabang Kediri sebagai Tergugat. Sementara pihak penggugat yakni saudara Peni Winarni, yang mana terkait kendaraan yang dieksekusi oleh MPM Finance dan ketika di persidangan dinyatakan bahwa apa yang dilakukan perusahaan pembiayaan tersebut sah secara hukum. Kemudian tindakan eksekusi yang dilakukan kepada obyek Fidusia dinyatakan sah secara hukum,” kata Akson.

Masih kata Akson, dari hasil persidangan di PN Nganjuk majelis Hakim telah memutuskan untuk menolak semua gugatan Penggugat secara keseluruhan. Tak hanya itu, dalam pokok perkara tersebut juga dirinci bahwa persidangan menghukum Penggugat untuk membayar ongkos perkara yang timbul pada perkara ini senilai Rp 396.000.

“Saat ditanya kenapa menunggak, Bu Peni ini mengaku terdampak Pandemi Covid-19, sehingga tidak bisa membayar selama 5 bulan. Ke depan, kami masih wait and see, akankah menggugat kembali Bu Peni atau tidak,” katanya.

Terkait gagal bayar pihak Penggugat, Supervisor Collection MPM Finance Cabang Kediri, Hari Mugi Santoso menerangkan, bahwa pihak Penggugat menunggak pembayaran angsuran mobil yang selama 5 bulan.

“Dalam angsuran mobil merek Daihatsu Ayla tipe X, dengan pelat nomor Jakarta itu, awalnya Bu Peni telah mengambil tenor (masa angsuran) selama 5 tahun lamanya. Namun, dalam perjalanan cicilan, pihak Penggugat hanya sampai di angsuran ke-37, dan akhirnya menunggak pembayaran selama 5 bulan lamanya, di mana per bulan dikenakan kewajiban mengangsur senilai Rp 2,3 jutaan,” kata Hari.

Lalu, akibat menunggak pembayaran ini, maka dilakukan eksekusi yang dilaksanakan pihak ketiga bersama agency. Bahkan pada saat itu pihak Penggugat sudah menandatangani Berita Acara Serah Terima Kendaraan. “Inilah yang menjadi barang bukti (BB) sah di pengadilan, dan menguatkan,” katanya

Gugatan tersebut dilayangkan pihak penggugat pada awal Bulan Mei 2021 lalu. Kemudian mulai disidangkan pertama kali pada 25 Mei 2021. Sedangkan tahapan gagal bayar ini, terjadi sekitar pada tahun 2020. [nm/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar