Hukum & Kriminal

Modus Main Dokter-dokteran, Oknum Guru Cabuli 8 Siswa SD di Surabaya

NHB (41), oknum guru di Surabaya yang menjadi pelaku aksi cabul ke siswa, menutup wajahnya usai menjalani pemeriksaan di mapolrestabes Surabaya, Kamis (12/3/2020). (Foto: Manik/BJT)

Surabaya (beritajatim.com) – Oknum guru di Kota Surabaya ini tak layak menjadi panutan. Bagai mana tidak, guru yang seharusnya mengajarkan pendidikan moral anak agar lebih baik justru malah mengajari anak didiknya untuk melakukan aksi cabul.

Bahkan yang lebih miris lagi guru berini sial NHB (41) ini mengajak anak-anak SD untuk main dokter-doteran alias pura-pura menjadi dokter dan pasien. Bergaya dan layaknya berimajinasi tinggi, guru ini berhasil merayu delapan anak didiknya.

“Dia memakai alat layaknya dokter dan mengajak korban untuk jadi pasien agar mau dibersihkan alat kelaminnya oleh pelaku. Selanjutnya oknum guru ini melakukan aksi bejatnya ke korban, sesuai pengakuan orangtua korban dan juga korban saat dimintai keterangan,” jelas Kompol Ardian, Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya saat rilis di mapolrestabes Surabaya, Kamis (12/3/2020).

Sementara untuk membujuk rayu para korbannya, oknum guru Sekolah Dasar ini mengajak murid-muridnya yang jadi sasaran ke rumah pelaku. Usai korban mau masuk ke ruangan, korban pun diminta untuk diperiksa kesehatannya dan kebersihannya oleh pelaku.

Tak lama kemudian, pelaku mencoba untuk menyentuh-nyentuh bagian intim korban. Tak hanya melakukan di rumah pelaku, pelaku juga melakukan aksi bejatnya di kamar mandi sekolahan.

“Korban dibujuk rayu supaya mau diajak pelaku. Pelaku memberikan penjelasan korban untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Pelaku pun memakai alat kesehatan berupa stetoskop untuk menyentuh bagian-bagian intim korban,” tandasnya.

Sementara menurut keterangan kepolisian, tercatat dari delapan korban ada tiga diantaranya adalah laki-laki. Saat dimintai keterangan, pelaku mengaku tak pernah mengajak korban. Pelaku hanya mengecek kesehatan dan kebersihan korban saja.

“Saya gak pernah ngajak korban. Saya juga gak melakukannya,” ucapnya dengan singkat. [man/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar