Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Modus Jasa Ekspedisi, Penggelap Handphone Pabean Cantikan Surabaya untung Rp1,5 Miliar

Petugas Unit Rekrim Polsek Pabean Cantika menunjukkan tersangka dan barang bukti dus yang didalamnya terdapat ratusan Handphone.

Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Unit Reskrim Polsek Pabean Cantikan Surabaya meringkus 5 orang komplotan penggelapan handphone bermodus jasa ekspedisi di Jalan Demak.

Tak tanggung-tanggung, 424 unit handphone berhasil digelapkan oleh para tersangka dengan nilai total Rp1,5 miliar.

Lima orang tersangka adalah Edi Mulyono (46) warga Jalan Rembang, Miswanto (49), Jalan Randu Barat, Faisal Heriyanto (24) asal Dusun Polay, Kabupaten Pamekasan, Candra Adi (34) asal Dusun Oro Timur Pamekasan dan Ahmad Fariqi (32) asal Dusun Polay Kabupaten Pamekasan.

Kapolsek Pabean Cantikan, Kompol Hegy Renata mengatakan jika dalam menjalankan aksinya, kelima orang berbagi peran.

“Tersangka Edi merupakan pegawai ekspedisi. Sementara Miswanto adalah orang yang mau terima barang. Oleh Miswanto lalu dijual ke Faisal sama Candra. Lantas dijual lagi ke Ahmad Fariqi yang merupakan pemilik salah satu konter HP di Pamekasan,” ujar Heggy saat dihubungi beritajatim.com, Jumat (05/08/2022).

Hegy merincikan, Handphone yang digelapkan oleh para pelaku yakni, 14 unit tipe VIVO Y21S dan 410 unit dengan rincian tipe T15G 60 Unit, V23E 100 unit, Y33T 50 Unit, Y15S 60 Unit, Y21 40 Unit, Y21S 100 unit.

Dari informasi yang dihimpun, kasus ini berawal dari adanya laporan dari seorang wanita berinisial ENFW warga Surabaya pada Jumat (15/07/2022).

Saat itu, wanita tersebut akan mengirimkan HP dengan total sebanyak 424 unit menggunakan layanan ekspedisi tersebut dengan tujuan ke Banjarmasin. Lantas, ia menyerahkan ratusan HP itu kemudian diterima oleh salah Edi untuk dikirim.

“Korban ENFW saat itu mengirimkan barang berupa Handphone untuk tujuan Surabaya menuju Banjarmasin melalui pelaku EM (Jasa Pengiriman) untuk melakukan pengiriman barang dari Surabaya,” jelas Kompol Hegy.

Kompol Hegy menambahkan, barang yang diambil dan dibawa oleh Edi dari PT. Dira Pratama Expressindo komplek pertokoan semut indah D-5 Surabaya itu untuk dikirim ke Banjarmasin sesuai alamat tujuan.

“Namun ditengah perjalanan barang – barang tersebut, tidak sampai tujuan,” jelas Hegy.

Kemudian anggota Unit Reskrim melakukan serangkaian penyelidikan dan mendapatkan informasi bahwa Edi saat itu berada di Home Stay PN Jalan Yos Sudarso, Sidoarjo. “Anggota segera melakukan penggerebekan,” imbuhnya.

Di lokasi tersebut akhirnya Polisi berhasil mengamankan EM dan barang bukti yang hasil penggelapan 276 unit Handphone Vivo dengan berbagai macam type, 1 buah celana jeans, 2 buah jaket, 5 buah kaos, 1 buah tas selempang dan 1 unit Handphone Merk Samsung, dalam kejadian tersebut, kerugian sebesar 1,5 milyar.

Sementara itu dari interogasi tersangka EM merupakan pegawai ekspedisi tersebut. Dalam aksinya ia bekerja sama dengan sejumlah rekannya. “Hasilnya dibagi,” pengakuan tersangka.

Untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatannya,kata Ipda Suroto para pelaku dijerat dengan Pasal 378 Jo 372 KUHP tentang Penipuan dan atau penggelapan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 4 (empat) tahun. (ang/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar