Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Modus Jadi Tabib Berusaha Perkosa Pasien, Pria di Probolinggo Diringkus

Pelaku saat digelandang ke Polsek Paiton (Source: Polsek Paiton for Beritajatim.com)

Probolinggo (beritajatim.com) – Berpura-pura menjadi tabib, AH (29), warga Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, diringkus Polsek Paiton karena melakukan tindak pidana percobaan pemerkosaan terhadap Y (34), wanita asal Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik.

Kapolsek Paiton, Iptu Maskur Ansori mengatakan, pihaknya meringkus pelaku pada Minggu (31/10/2021), sekitar pukul 03.00 WIB, dini hari.

“Anggota Polsek Paiton menyarankan kepada pelapor untuk menjebak tersangka dengan cara menghubungi tersangka agar datang ke hotel di Kecamatan Paiton dan anggota bergegas melakukan penangkapan,” katanya, Rabu (03/11/2021).

Lebih lanjut Kapolsek menceritakan percobaan pemerkosaan itu terjadi pada Jum’at (22/10/2021). Kala itu, korban, Y, sedang bersilaturahmi kerumah S, warga Kecamatan Paiton. Y bercerita jika dirinya sering mengalami gangguan dari mahluk halus.

Kemudian S langsung menyarankan korban Y untuk mandi di laut, kemudian mereka berangkat menuju pantai Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton. Pada Sabtu (30/10/2021), sekitar pukul 18.30 WIB.”Sesampai di pantai mereka melakukan ritual itu,” jelas Kapolsek.

Tanpa disadari, pelaku AH yang kebetulan juga sedang berada di pantai mendengar perbincangan mereka terkait yang hal dialami oleh Y. Alhasil AH langsung menawarkan diri untuk mengobati Y, namun dengan syarat proses pengobatan harus dilakukan di tempat yang sepi.

Alhasil, korban menyetujui syarat itu, kemudian korban Y dan AH langsung menuju tempat sepi disekitar lokasi, sesampai di tempat yang gelap dan sepi, AH justru membuka tali BH korban, lalu meremas dan menciumi dada Y, sembari pelaku juga berusaha membuka celananya sendiri. “Spontan Y, langsung menempeleng AH dan beranjak kabur,” ucapnya.

Kemudian, korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Paiton. Akibat perbuatannya itu, pelaku dijerat dengan pasal 289 sub 285 jo 53 KUHP, dengan ancaman sembilan tahun kurungan penjara. (tr/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar