Hukum & Kriminal

Modus Bantu Rekrut Tenaga Kerja, Warga Gresik Raup Ratusan Juta Rupiah

Gresik (beritajatim.com) – Aparat Reskrim Polsek Cerme, Gresik, membongkar kasus penipuan perekrutan tenaga hingga ratusan juta rupiah. Dalam kasus tersebut, petugas menangkap tersangka Merry Purwaning Hardini (37) warga asal Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme yang berprofesi sebagai bidan tenaga harian lepas (THL) di Puskesmas Cerme.

Tersangka Merry diamankan, setelah petugas mendapat laporan 10 korban yang tertipu perekrutan tenaga kerja usai menyetorkan sejumlah uang hingga ratusan juta rupiah.

“Modus yang dilakukan tersangka menyakinkan korban bisa memasukkan tenaga kerja di perusahaan PT Petro Jordan Abadi (PJA) untuk menggantikan tenaga kerja yang sudah pensiun. Hal ini dilakukan karena suami korban yang bernama Amirul juga bekerja di perusahaan tersebut di bagian mekanik. Bahkan, untuk lebih menyakinkan korban, tersangka juga memberikan kuitansi usai melakukan transfer pembayaran,” ujar Kapolsek Cerme AKP Iwan Harry Poerwanto, Rabu (6/11/2019).

Masih menurut AKP Iwan, tersangka melakukan penipuan ini sejak 8 bulan lalu. Hasil dari penipuan ini digunakan tersangka untuk membayar pinjaman utang.

“Dari pengakuan tersangka, setiap korban ada yang menyetor Rp 15 juta, Rp 65 juta bahkan hingga Rp 100 juta. Bila ditaksir semua kerugian korban akibat penipuan ini bisa mencapai Rp 400 juta lebih. Karena itu, kasus ini dikembangkan terus. Sebab, tidak menutup kemungkinan masih ada korban yang lain belum melapor,” ujarnya.

Sementara itu, tersangka Merry Purwaning Hardini dihadapan penyidik mengaku dirinya melakukan penipuan ini. Sebab, sebelumnya pernah ditipu oleh oknum Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik, dengan inisial AF.

“Uang hasil menipu saya buat membayar hutang. Sebab, sebelumnya saya juga pernah ditipu oleh orang Dishub Gresik yang mengaku bisa meloloskan menjadi PNS. Tapi, kenyataannya hingga sekarang tidak membuahkan hasil. Padahal, sudah setor sejumlah uang Rp 150 juta,” ungkapnya.

Kasus penipuan perekrutan tenaga kerja ini menjadi atensi khusus Polsek Cerme. Kasus tersebut masih terus dikembangkan. Pasalnya, korban yang mengalami penipuan dirugikan karena sudah menyetor uang dengan jumlah tidak sedikit.

Imbas kasus penipuan itu, tersangka Merry Purwaning Hardini dijerat dengan pasal 378 KHUP dengan ancaman 4 tahun penjara. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar